Mengapa Perlu Berinvestasi?

Dua hari lalu dikemukakan pentingnya kita merencanakan keuangan, secara garis besar ada dua alasan penting mengapa kita perlu merencanakan keuangan yakni, terbatasnya penghasilan yang kita miliki dan yang keduanya adanya kebutuhan yang perlu kita penuhi yang memerlukan dana yang sangat besar.

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan – dan keinginan- tersebut kita perlu mengalokasikan dan mengakumulasikan pendapatan secara proporsional dan bijak. Mengalokasikan di sini berarti membagi penghasilan secara tepat berdasarkan suatu rencana yang baik. Mengakumulasikan berarti mengumpulkan sejumlah dana pada instrumen yang tepat. Tepat disini maksudnya adalah akumulasi tersebut tidak tergerus dampak inflasi sehingga nilainya terus menurun, syukur-syukur akumulasi tersebut berkembang diatas nilai inflasi.

Tulisan ini ingin secara singkat memberikan pandangan bahwa kebanyakan kita merasa cukup melakukan akumulasi tersebut pada produk-produk yang justru nilai selalu kalah oleh inflasi contohnya tabungan dan deposito.

Tabungan dan deposito bunga atau bagi hasilnya selalu berada di bawah nilai suku bunga BI dan inflasi sehingga nilai uang kita selalu tergerus. Sederhananya nilai uang kita selalu tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan kita karena selalu kalah oleh kenaikan harga kebutuhan secara umum.

Instrumen untuk menundukkan kenaikan inflasi adalah dengan berinvestasi sesuai kebutuhan. Tentu tidak semua tujuan keuangan bisa dihadapi dengan investasi, terutama kebutuhan jangka pendek. Namun yang jelas dengan investasi kita bisa mencapai tujuan-tujuan atau kebutuhan kita secara lebih efisien.

Secara umum alasan kita harus berinvestasi ada empat:

1. Kenaikan penghasilan tidak bisa mengejar harga dan perkembangan keluarga.

Ternyata kenaikan penghasilan kita pada umumnya tidak mampu mengejar kenaikan harga barang-barang kebutuhan. Apalagi ketika penghasilan kita meningkat gaya hidup juga mengikuti.

Anak-anak semakin besar dan kebutuhannya pun semakin meningkat. Di sini kita perlu berinvestasi untuk mengejar kenaikan harga dan kebutuhan keluarga yang terus meningkat.

2. Nilai aset yang terus merosot digerus inflasi

Jika kita masih menyimpan uang secara tradisional misal disimpan dirumah, tabungan atau deposito, jumlah memang tetap atau naik tetapi nilai kenaikannya tidak terasa dengan kata lain nilai aset kita itu menurun.

Contoh konkrit tahun 2008 uang Rp. 2.000,- masih bisa kita gunakan untuk beli cimol 2 porsi, tetapi saat ini harga cimol 1 porsi paling murah sekitar Rp. 2.000,-. Jadi uang Rp. 2.000,- turun nilainya 10% per tahun melawan harga cimol. Ini baru contoh paling sederhana saja untuk membuktikan bahwa nilai uang selalu tergerus inflasi.

3. Fisik tidak selamanya kuat dan sehat.

Setiap orang selalu mengalami penurunan kondisi fisik dan kesehatan yang menyebabkannya memiliki keterbatasan waktu dalam menghasilkan pendapatan. Seorang olahragawan misalnya, memasuki usia 30 sudah harus bersiap-siap untuk mengakhiri karirnya. Eric Cantona memutuskan pensiun pada usia 31 sebagai pemain bola. Syukur jika kemudian tetap dapat menghasilkan dari pekerjaan lain, tetapi banyak kasus olharagawan yang terlunta-lunta setelah tidak bisa lagi berprestasi. Ini baru contoh dari olahragawan. Karyawan, artis dan profesi lain pada dasarnya sama memiliki keterbatasan fisik.

Keterbatasan fisik ini bisa kita atasi dengan menyadari kebutuhan investasi agar ketika memasuki usia non produktif kita telah siap dengan sejumlah aset yang kita kumpulkan.

4. Hak generasi mendatang

Sebagai orang tua tentu kita memiliki kewajiban perkembangan anak-anak keturunan kita agar memiliki kualitas yang baik sebagai bekal mengarungi hidupnya kelak, bekal itu diantantaranya dengan menyiapkan pendidikan yang baik, proteksi bagi anak, waris dan pemenuhan kebutuhan lainnya.

Kebutuhan untuk generasi penerus kita bisa disisihkan sejak dini dan disimpan pada produk yang tepat sehingga pada saatnya dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan anak-anak kita.

Tentu banyak alasan lain yang mendorong kita perlu melakukan investasi yang tepat. Namun empat alasan in rasanya cukup untuk mendorong kita agar mulai berinvestasi untuk memenuhi tujuan-tujuan keuangan kita.

##

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s