Antara Antasari, Susno dan Misbakhun

Hari ini ada breaking news di TV One tentang sidang memori PK Antasari Azhar. Jadi tertarik nulis tentang kasus seperti ini dan semacamnya.

Menurut saya selain kasus Antasari ini ada dua yang semisal, Kasus Susno Duadji dan Kasus Misbakhun.

Kasus dimana penegak hukum tidak bertindak profesional, ini menurut saya lho.

1. Kasus Antasari

Awalnya saya yakin Antasari terlibat kasus ini, tetapi setelah melihat amar putusan banyak kejanggalan, apa kejanggalannya, silahkan cari sendiri atau kita share lain waktu.

Bisa digoogling tentang arah peluru, hasil olah forensik dr. Mu’nim Idris dan temuan lain. Ini “kriminalisasi 1”

2. Kasus Susno

Pertama, Susno mulai tenar ketika mempolulerkan “Cicak vs Buaya”, kemudian di non-job kan setelah Tim 8 melihat ada upaya kriminalisasi terhadap 2 Pimpinan KPK yang menurut saya ini “banci” karena ga pernah mau maju ke Pengadilan. Sampai saat ini saya kurang simpati ma Chandra Hamzah karena hal ini. Jadi kasus Chandra – Bibit ga bisa dikategorikan “kriminaslisasi” karena ga pernah ke pangadilan, sehingga tidak ada putusan dari lembaga peradilan.

Setelah non-job, Susno bikin heboh dengan hadir dipersidangan Antasari dengan memakai baju dinas lengkap. Setelah itu masuk penjara dengan tuduhan penggelapan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Ada kejadian aneh dimana dua mantan pengawalnya meninggal mendadak dalam dua kecelakaan yang berbeda dan pada proses sidang sedang dilakukakan. Ini menurut saya “kriminalisasi 2”.

3. Kasus Misbakhun

Misbakhun berurusan dengan Polisi karena posisinya sebagai Insiator Kasus Century, bahkan bisa dibilang yang menemukan letak-letak kesalahan dalam Bail-Out Bank Century, ini mengingat profesinya sebagai akuntan dan berada di Komisi III yang membidangi Hukum di DPR.

Misbkahun didakwa pemalsuan berkas dalam urusan kreditnya di Bank Century – jadi bukan kasus korupsi, hukuman telah dijalani dan sekarang sudah bebas. Yang aneh ternyata Berkas yang dipalsukan adalah bikinan Bank yang tandatangan lima orang tapi yang diproses hukum cuma dia.

Yang aneh lagi, urusan dia ma Bank sebagai institusi swasta harusnya adalah urusan perdata, tapi diproses dengan proses pidana.

so, ini “kriminalisasi 3”.

Ini menurut saya, silahkan ditanggapi.

Antara Antasari, Susno dan Misbakhun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s