Penyesatan Opini, Demarketing, Perang Ideologi

Apa yang kita rasakan hari-hari ini merupakan imbas dari perang ideologi yang dioperasionalkan melalui penyesatan opini untuk melakukan demarketing terhadap suatu kelompok. Minimnal itu yang saya amati

Dua fenomena penyesatan yang telah terjadi diantaranya :

1. Wacana Penghapusan Remisi bagi Koruptor yang telah dijatuhkan hukuman tetap.

Wacana ini seperti biasa dihembuskan oleh LSM dan para penggiat yang menamakan diri anti koruptor. Dalam sebuah acara Talkshow Menteri Hukum dan HAM tampaknya sudah masuk angin dan terpengaruh dengan opini tersebut. Dirjen Pemasyarakatan yang secara berani tidak sepakat dengan Menterinya di acara tersebut langsung di mutasi. Sayangnya, kita kadangikut riuh tanpa analisis yang mendalam yang sebenarnya kita mampu dan bisa kalau mau. Pakar hukum tata negara Prof. Romli Atmasasmita dan Prof Yusril Ihza Mahendra, konsep Pemasyarakatan yang negara kita adopsi, memungkinkan remisi tetap ada dan ketika masuk ke LP semua narapidana statusnya sama, warga LP, haknya juga sama. Kalau mau berubah maka UU nya harus dirubah dulu tidak serta merta dihilangkan remisinya.

Saat ini isu itu lenyap, kayaknya para penghembus isu sudah mundur teratur.

2. Wacana Pembubaran KPK

Tiap hari akun twitter @fahrihamzah penuh dengan cacian dan makian tapi banyak juga yang mendukung.

Tentang keberadaan KPK sudah saya bahas pada tulisan lalu tetapi tetap saja banyak yang termakan opini.

Saya kutipkan deh tulisan yang lalu,

“Bung Gena Bijaksana, yang setuju dengan fahri tuh bnyk, dua diantaranya, Amien Rais n Yusril Ihza Mahendra,,,,, logika publik memang susah dipahamkan,,,sy yg belajar adm negara, paham banget dengan apa yang dikatakannya.
Om Gena Bijaksana, klu publik kan logikanya sederhana,,,korupsi banyak maka butuh kpk,,,maka ketika ada yang puna ide bubarkan kpk tentu saja itu dianggap aneh dan berbahaya,,,,org2 itu tidak tahu minimal tiga hal,
1. KPK dah ada 9th tp telah melenceng dr tujuan awal didirikan karena heavynya kpd penindakan bkn pencegahan, maka koruptor bnyk ditangkap tp indeks persepsi korupsi malah naik, pdhl kpk dibuat tuk turunkan indeks,

2. KPK bertugas mengembalikan citra polri dan kejaksaan, yang terjadi kpk malah menonjol sendirian, pdhl penyidik kpk yah polri ma kejaksaan juga, meminjam istilah amin rais,polri dan kejaksaan jelek citranya,masuk kpk kok jadi bagus, logika dari mana,

3. Penggunaan anggaran negara, kpk boros menggunakan anggaran dibanding dgn hasil korupsi yg disita, juga dibanding dengan bidang kerja kpk, apalagi kpk pengen jd lembaga permanen, wuih bisa2 anggaran negara habis buat bikin lembaga adhoc buat pembangunan tidak ada.

Klu sy tidak seuju sampai dibubarkan, tetapi klu kondisinya tetap seperi itu, sayang negara terbebani,,,,wallahu’alam,,,hTur nuhun kang salam buat istri dan si kembar”

Jadi, intinya media itu punya agenda, tidak ada agenda yang netral, mereka juga punya kepentingan oleh karenanya lihat arahnya trus lihat siapa yang punya media, afiliasinya kemana, nah masalah ini, Saya dipahamkan lagi tentang ini oleh saudara saya mahasiswa S2 UI yang diajar oleh Prof. Didik J. Rachbini, makasih Mang Ayod.

Penyesatan Opini, Demarketing, Perang Ideologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s