Jakarta makin padat, produktivitas?

Tadi pagi harus ke Jakarta.

Mendadak rombongan Gatsu penuh, tadinya mau ikut itu, tapi penuh mau apalagi.

Akhirnya putuskan naik motor ke daerah Pasteur, cari parkiran aman lanjut ikut rombongan Lembang.

Acara dijadwalkan pukul 11, berangkat jam 7 pagi, jam 8.30 sudah masuk Cawang, busyet macet! Padahal jam masuk kantor sudah lewat.

Kata teman ini masih mending, jam tertentu apalagi hari tertentu lebih padat. Akibatnya waktu tempuh hampir imbang, Bandung – Cawang 1,5 Jam, Cawang – Kalibatan sekitar 1 Jam, simpulannya, waktu di dalam kota habis karena padat.

Jakarta makin padat, akibatnya berangkat harus lebih pagi agar tidak kesiangan dan pulang malam karena jalanan penuh. Kadang itu pun tidak cukup tetap saja kesiangan.

Ujungnya waktu tempuh berpergian di Jakarta makin lama, makian lama waktu tempuh hampir sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk beraktivitas dan berkarya, harusnya kan efisien dengan waktu sedikit menghasilkan banyak.

Jadi harus gimana yah, salahsatu alternatif meniru Malaysia, Brasil atau Afrika Selatan, yang memisahkan ibukota pemerintahan dan pusat bisnis, atau solusi lain?

Jakarta makin padat, produktivitas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s