Apakah Liberalis memperjuangkan Liberalisme?

Kemarin, terjadi pembubaran kegiatan bedah buku di Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Saya tidak mau menyebut, yang jelas dilakukan oleh aktivis yang selama ini mengusung tema kebebasan.

Pakah liberalisme itu benar-benar mengusung kebebasan? Fakta justru berbicara sebaliknya.

Menurut saya ini hanya sebuah fase dari sebuah komunitas/ kelompok ideologi untuk mencapai tujuannya.

Coba lihat hampir semua kelompok yang berjaya dalam peradaban merancang berbagai strategi untuk mengakselerasi eksistensinya.

Fase pertama, menjual isu minoritas vs mayoritas.

Fase kedua, penyusupan terhadap berbagai kekuatan politik.

Fase ketiga, merebut kekuasaan, bagaimanapun caranya ada yang legal maupun ilegal, melalui demokrasi atau revolusi, kudeta berdarah atau kudeta damai dan seterusnya.

Fase keempat mempertahankan kekuasaannya dengan segala macam cara termasuk melalukan praktek sebagaimana dikemukakan Machiavelli dalam The Prince-nya.

Saya bilang ini fakta, berarti ini ada buktinya, banyak! Contoh Revolusi Iran tahun 1978 dan perlakuan penguasa saat ini terhadap kaum Sunni.

Bukti lain pelarangan jilbab di beberapa negara-negara Eropa. Kekejaman rezim di Korea Utara dan banyak lagi.

Jadi, liberalisme hanya berlaku kalau kelompoknya belum berkuasa. Kalau sudah berkuasa, kadang lebih kejam dari yang dianngap fundamentalis saat ini.

Apakah Liberalis memperjuangkan Liberalisme?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s