Politik Media

Sebagian besar kita sudah hafal betul dengan jargon media “bad news is good news”.

Berita buruk adalah peluang bisnis yang bagus buat media.

Bila uangkapan ini kita tarik lebih luas, maka kedamaian atau ketenteraman masyarakat merupakan ancaman bagi media.

Ini premis yang perlu dianalisis lebih lanjut tampaknya.

Saya ingat sekitar 2008, salah seorang teman diterima menjadi wartawan di sebuah harian lokal.

Saat itu menjelang Pilkada Gubernur Jawa Barat.

Saya tanya kenapa media ini tampak dominan memberitakan salah satu calon, isunya adalah ada sesuatu yang dijanjikan oleh Cagub tersebut.

Di negara Mbahnya demokrasi media sudah dibolehkan secara jelas dalam dukung-mendukung pada sebuah proses politik, saya pikir di Indoensia daripada malu-malu, lebih baik dibolehka saja seperti itu, daripada masyarakat terkaburkan.

Ini tampaknya yang harus kita pahami sebagai masyarakat yang setiap hari dibanjiri berbagai informasi.

Kecerdasan kita diperlukan untuk mencerma berbagai kabar dari berbagai media tersebut.

Sayangnya kadang kabar tersebut tidak secara sadar menggiring kepada ideologi yang sebetulnya kalau kita tahu mau dibawa ke ranah tersebut kita menolak.

Media, merupakan salah satu bentuk sebuah entitas untuk mempengaruhi entitas lain melalui cara-cara yang lembut tapi menghanyutkan.

Saya pernah nulis tentang hal tersebut di sini

https://kanguus.wordpress.com/2012/05/17/antara-qital-ghazwul-fikri-lady-gaga-dan-irshad-manji/

Apakah ini ada kaitannya, bagaimana menurut Anda?

Politik Media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s