Perjuangan 15 Jam

Siang itu, Ahad 30 Oktober 2011 sedang bercengkrama dan bertemu teman-teman di acara Pembinaan Anggota Muda (PAM) Hima AN FISIP Unpad.

Sekitar pukul 12.30, saya terima telepon bahwa istri mulai merasa mulas dan keluar cairan. Saya arahkan untuk tenang dan segera hubungi Bidan. Jarak ke rumah Bidan alhamdulillah dekat sekitar 100 meter.

Beberapa saat kemudian saya tiba di rumah.

Koordinasi dengan bidan, bahwa akan dilakukan pengecekan bukaan lagi sekitar maghrib. Sekitar maghrib ketika di cek sudah bukaan tiga. Hampir setiap saat istri menahan sakit akibat upaya janin mendorong ingin keluar dan ketemu kami yang juga sangat menantikan kehadirannya.

Sekitar jam 1 tengah malam, bukaan dicek lagi, ternyata hampir tidak ada kemajuan, tetap bukaan tiga lebih sedikit.

Tampaknya bidan juga tampak khawatir, sehingga sekitar jam 2.30 dini hari, Bidan menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit.

Bidan memberi pilihan untuk dibawa ke RS Al-Islam pada awalnya, itu merupakan RS terdekat dari rumah. Sayang sekali dokternya tidak ada yang standby, bisa dipahami hari itu orang-orang baru selesai dan istirahat dari liburan akhir pekan.

Kemudian bidang memberikan pilihan ke RS Hermina Arcamanik. Kebetulan waktu usia kandungan tujuh bulan pernah juga diperiksa disini bahkan di USG dan diketahui bahwa kemungkinan anak kami adalah perempuan.

Waktu periksa inilah kami ditawarin dan dijelaskan tentang paket-paket kelahiran di RS ini, sehingga kami tahu besaran biaya yang harus disiapkan.

Setelah saya ingat besaran biaya dan tidak adanya pengurangan dengan memakai Askes yang kami punya, lalu teringat bahwa ada RS elite yang bisa menerima klaim Askes, yakni RS Santosa. Akhirnya saya memutuskan ke bidan bahwa istri akan saya bawa ke RS tersebut, setelah bidan telepon, Alhamdulillah ada Dokter yang bisa membantu kelahiran.

Tiba di RS Santosa sekitar pukul 4 pagi, setelah dilakukan berbagai pengecekan, yang saya tau mengecek detak jantung bayi sekira 15 menit dan USG. Dokter memberikan penjelasan bahwa detak jantung bayi cenderung lelah setelah lebih dari 15 jam bekerja untuk keluar dari rahim. Dokter menyerahkan kepada keluarga untuk memilih tindakan yang akan dilakukan dokter.

Keluarga lalu menyerahkan keputusan kepada saya. Berdasarkan penjelasan dokter, saya pikir waktu 15 jam cukup untuk perjuangan istri dalam menahan sakit dan usaha anak untuk mendorong agar bisa keluar.

Maka saya putuskan, Operasi Cesar!

Tepat sekitar pukul 6 pagi hari, istri saya masuk ruang operasi.

Kalau tidak saya lupa, sekitar 1 jam kemudian anak saya sudah berhasil dikeluarkan. Saya dipanggil perawat untuk melihat bayi saya pertama kalinya.

Alhamdulillah sekitar 90 menit kemudian istri juga selesai dioperasi.

Foto di atas adalah foto pertama yang saya ambil sekitar 30 menit setelah lahir.

Bayi itu sepekan kemudian, bersamaan dengan aqiqahnya kami beri nama Sarah Muthia Hamdani.

Mudah-mudah menjadi putri yang shalehah, insan yang berguna, menjadi penyeru kebaikan, berbakti bukan hanya pada kami, tetapi pada peradaban.

Perjuangan 15 Jam

One thought on “Perjuangan 15 Jam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s