Pengalaman Mengikuti SNMPTN

Kemarin dan hari ini, adik-adik yang lulus SMA/SMK mengikuti Ujian SNMPTN memperebutkan Kursi Perguruan Tinggi Negeri di Tanah Air.

Tepat sepuluh tahun lalu saya mengikuti Ujian ini, dulu namanya SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).

Saya mengikuti ujian ini pertama dan terakhir, kesempatan tahun pertama dan kedua tidak saya ikuti karena saya bekerja dan belum mendapatkan jatah cuti.

Maka pada kesempatan ketiga atau terakhir ini saya pergunakan jatah cuti untuk dua tahun jadi total sekitar 20 hari kerja.

Waktu itu saya sudah bekerja di perusahaan perakitan elektronik di Pulau Batam. Beberapa senior menyarankan saya untuk melanjutkan kuliah. Berbekal masukan tersebut ditambah motivasi dari diri sendiri untuk belajar maka saya putuskan untuk mengikuti SPMB pada kesempatan terakhir, walau sebenarnya nothing to lose juga, maklum orang-orang lain banyak yang menyengaja mengikuti bimbel menghadapi ujian ini.

Persiapan saya sangat sederhana, ketika ada teman yang cuti ke Bandung, saya titip buku kumpulan soal tahun-tahun sebelumnya, saya beli yang edisi 5 tahun.

Soal ujian yang 3 tahun saya pakai mempelajari pola dan cara pengerjaannya. Sementara yang soal latihan 2 tahun lagi saya pakai untuk simulasi ujian. Simulasi tersebut saya buat semirip mungkin saya kerjakan soal dengan limit waktu yang sama dengan ujian sebenarnya kurangi 30 menit karena ada perbedaan pengerjaan, aslinya dihitamkan pakai pensil sementara saya pakai tanda silang.

Pembelian formulir saya titip sama teman, alhamdulillah kalau sekarang bisa secara online.

Sampai di Bandung malam hari langsung itu formulir saya ambil dan diisi di rumah termasuk jurusan yang akan dipilih karena harus dikembalikan besoknya ke Universitas Padjadjaran.

Waktu jeda antara pengembalian formulir dan pelaksanaan ujian sekitar 2 pekan juga saya gunakan untuk mengulang memperpelajari soal-soal latihan ujian.

Pilihan saya waktu itu pilihan 1 : Administrasi Negara UNPAD, pilihan 2: Teknologi Pendidikan UPI.

Pemilihan ini bukan tanpa perhitungan, selama persiapan disela-sela bekerja di pabrik hasil terbaik saya selama ujicoba sendiri sekitar 33%. Kalau tidak salah passing grade AN Unpad waktu itu sekitar 35% dan Tekpend. UPI sekitar 28%. Jadi saya pilih yang tengah-tengah.

Latihan ini benar-benar saya lakukan serius dan terukur, alhamdulillah walau waktu itu saya masih ingat waktu mengerjakan soal matematika dasar, karena mungkin sudah 2 tahun tidak menjumpai soal-soal sekolah saya hanya bisa mengerjakan 3 soal saja, 2 benar dan 1 soal salah. Sisanya saya kosongkan, karena sistem penilaian yang menggunakan sistem minus bila saja salah menjawab.

Jadi kuncinya menurut saya adalah menjawab yang benar-benar yakin saja, bila ragu, kosongkan!. Selain itu juga pelajari bentuk-bentuk soal dan cara pengerjaannya, karena tiap tahun bentuk soalnya serupa, ingat yah bentuknya bukan soalnya persis sama.

Alhamdulillah, tanggal 2 Agustus 2002 saya mendapat telepon dari teman di Bandung bahwa saya diterima di pilihan pertama. Sehari kemudian saya mengajukan surat pengunduran diri dari perusahaan.

Cerita selanjutnya lebih seru, nanti dilanjutkan deh,,,,!

Pengalaman Mengikuti SNMPTN

One thought on “Pengalaman Mengikuti SNMPTN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s