Siapa yang lebih korup?

Negara-negara dewasa ini khususnya yang mengembangkan demokrasi hampir pasti memisahkan pilar kekuasaannya menjadi tiga pilar seperti teori Trias Politika.

Secara garis besar kemudian pejabat yang masuk dalam pilar-pilar ini terbagi dua; pejabat politis, yakni pejabat yang dipilih baik melalui proses demokrasi seperti presiden, anggota dewan sampai kepala desa maupun secara langsung oleh pejabat yang memiliki wewenang misalkan menteri, kepala lembaga lainnya baik di pusat maupun di daerah.

Kemudian ada pertanyaan yang sebenarnya tidak penting. Dalam kondisi negara kita yang katanya penuh korupsi ini pilar mana yang paling korup. Tidak penting karena pilar manapun yang korup tentu tidak benar, sayangnya walaupun tidak benar kayaknya korupsi ini tidak bisa dihilangkan paling banter diminimalkan.

Media khususnya media mainstream saat ini getol memberitakan korupsi yang dilakukan oleh salah satu jabatan politis, yakni anggota legislatif baik pusat maupun daerah sehingga tercipta opini publik bahwa:

1. semua anggota dewan itu maling, bahwa ada beberapa anggota dewan yang masih amanah itu tidak mungkin.
2. bahwa struktur dewan itu sama hirarkisnya seperti pilar eksekutif.
3. menjadi tidak percaya terhadap partai politik yang ada saat ini khususnya dan partai politik umumnya.

Mungkin anda agak tersinggung ketika saya bilang bahwa korupsi terbesar sebenarnya menurut pendapat saya ada di birokrasi, apalagi setelah melihat tayangan Mata Najwa tadi malam. Pernyataan saya memang perlu diuji melalui penelitian yang lebih ilmiah apalagi jika dibandingkan dengan yang diungkap KPK yang kebanyakan menjerat pejabat publik dan bukan birokrat karir.

Pertama, Hitungannya sederhana, anggota dewan hanya ada di legslatif dan jumlahnya se Indonesia tidak mencapai jutaan. Sedangkan praktek birokrasi ada di tiga pilar tersebut dan jumlah birokrasi itu jutaan.

Kedua, bahwa berkat reformasi saat ini jabatan-jabatan politis semakin terbuka dan partisipasi masyarakat semakin luas berbeda dengan jaman orde baru. Artinya adalah rakyat memiliki daulat penuh atas pilihannya. Jika tidak suka dengan kinerja anggota dewan tertentu maka ketika pemilu tidak perlu dipilih lagi ganti yang lain.

Sementara birokrasi, menurut saya menjadi pilar yang lambat melakukan perubahan karena budaya yang sudah terbangun sangat kuat. Rekrutmen birokrat juga berbeda dengan jabatan politis, jika rakyat merasakan tidak puas maka susah melakukan tindakan, karena birokrat dipilih melalui serangkaian seleksi yang berbasis keilmuan.

Praktek perkeliruan yang terjadi seperti yang diungkap Mata Najwa lumayan susah diubah, walaupun disana-sini sudah digembar-gemborkan reformasi birokrasi. Sayangnya lagi reformasi birokrasi makin dipersempit menjadi masalah remunerasi. Beberapa kasus yang menimpa oknum lembaga pemerintah yang telah menerapkan kebijakan reformasi birokrasi menjadi sinyal kegagalan kebijakan ini, atau perlu penyempurnaan.

Intinya adalah mana yang lebih korup itu tidak penting, karena korupsi mau dimanapun itu tetap saja tidak benar. Tetapi keseimbangan opini itu juga wajib sehingga kita tidak melihat semuanya secara hitam putih. Semua anggota dewan itu maling dan semua birokrasi suci, itu tidak benar. Anggota dewan juga ada yang amanah dan fakta menunjukkan aparat juga banyak yang terjerat, walau perihal terakhir ini tidak menjadi fokus media mainstream.

Akhirnya, dimanapun kita, mudah-mudahan menjadi bagian dari solusi dan bukan menjadi bagian dari masalah. Tidak juga perlu malu mengakui dan membela membabi buta demi korps, karena kebenaran itu jelas dan perkeliruan juga jelas.

Semoga kita, -saya- lebih baik!

Siapa yang lebih korup?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s