Saweran dan Penerimaan Negara

Kalau saya sering dengar, saweran itu kalau ada yang nikahan atau khitanan.

Lalu bagaimana kalau ada masyarakat berbondong-bondong melakukan saweran untuk membuat gedung baru?

Dari pendapat ahli tata negara, Margarito Khamis tadi malam ditambah pendapat advokat Luhut Pangaribuan dan Prof. Sahetapy saweran untuk membuat gedung baru tersebut susah dicari landasan hukumnya.

Lembaga negara setahu saya sumber keuangannya terdiri dari dua sumber : APBN dan sumber lain.

APBN berasal dari pajak yang bermacam-macam jenisnya, PNBP dan Utang.

Sumber lain berasal dari masyarakat yang memberikan dananya atas alasan tertentu misalkan kita ke rumah sakit maka kita bayar sebagai balas jasa layanan.

Kalau lembaganya bersifat BLU dana tersebut bisa dikelola langsung tentu dengan mekanisme yang ditetapkan sementara kalau bersifat UPT maka harus disetorkan kepada kas negara dan penggunaannya ditentukan dalam APBN.

Nah, kalau ada uang saweran untuk lembaga negara itu masuknya kategori yang mana? mungkin ada yang tahu?

Saweran dan Penerimaan Negara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s