Pilkada DKI dan Fungsi Partai Politik

Masih terkait dengan Pilkada DKI, tadi pagi ada teman yang mention bahwa sebagai kandidat dengan peluang terkuat di putaran dua, tidak perlu mengajak partai politik yang pada putaran satu menjadi kompetitornya untuk berkoalisi.

Tanpa berkoalisi pun Jokowi-Ahok rasanya akan memenangkan putaran dua mengalahkan Foke-Nara. Hal ini mungkin terkait dengan lobi kedua calon dengan salah satu partai Islam, yang kandidatnya berada di posisi ketiga.

Lalu saya bilang, partai mana dulu yang didekatinya, menurut Miriam Budiardjo (Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik semester 2), ada dua jenis partai politik, partai massa dan partai kader.

Partai massa memiliki sistem keanggotaan yang cair dan tidak terlalu mengikat, sehingga gampang sekali keluar masuk partai jenis ini contoh : Kepindahan Ahok dari Golkar ke Gerindra, (tapi tidak ada media yang nyebut kutu loncat kan? iyalah semua media sedang setting opini positif untuk pasangan ini).

Sementara, partai kader memiliki sistem keanggotaan yang rapih dan tertata dengan baik. Bisa dikatakan bahwa partai kader ini menjalankan fungsi partai politik secara utuh.

Fungsi partai politik ada empat (Miriam Budiardjo juga, kuliah semester 1 juga) yakni :
1. Sarana Komunikasi Politik
2. Sosialisasi Politik
3. Rekrutmen Politik
4. Pengatur Konflik

Oleh karenanya sebuah partai bukan hanya sekedar Event Organizer (EO) agenda-agenda politik, tetapi dia hadir melakukan empat hal tersebut, sehingga sebuah partai politik memiliki nilai, visi, misi, strategi dan berbagai instrumen lain baik yang statis dan dinamis untuk merespon setiap agenda-agenda politik.

Partai politik tidak boleh disamakan dengan EO yang hanya hajatan lima tahun sekali atau juga tidak boleh disamakan dengan angkot yang hanya bekerja mengantarkan penumpangnya menduduki jabatan politik, apalagi menjadi kendaraan sewaan. Walau kenyataan banyak sekali terjadi kejadian semacam ini dalam praktek berpolitik di tanah air.

Jadi, bagi saya jika ada partai politik yang tidak memiliki sikap dalam Pilkada DKI putaran 2 maka besar kemungkinan fungsinya sebagai partai sudah kurang berjalan atau memang partai tersebut bukan organisasi yang memiliki nilai-nilai sehingga dalam suatu agenda penting seperti ini malah menyerahkan pilihan kepada konstituennya masing-masing.

Pilkada DKI dan Fungsi Partai Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s