Ramadhan dan Kurupuk Anclom

Saat Ramadhan seperti ini tentu suka pada ingat dengan Ramadhan di kampung masing-masing dengan berbagai menu khas kampung masing-masing.

Salah satu menu favorit saya di kampung adalah kurupuk anclom (kerupuk dicelup atau dikuah). Yang menjadi kuah atau bahan celupnya yakni sambel kuah berbahan dasar oncom atau kacang.

Sepertinya kerupuk anclom yang khas di kampung saya ini akan menjadi nostalgia. Menurut kabar dari orang tua bahwa Bi Ageuy penjual kerupuk tersebut sekarang sudah tidak jualan lagi. Masih ada penjual yang lain, tetapi rasanya pasti beda karena kan menu tradisional seperti ini belum distandarkan rasanya seperti pizza atau donut, hehe.

Bukan karena bangkrut dan bukan karena sudah tua, Si Ibi ternyata berhenti berjualan karena sekarang sibuk ngurus cucu. Jadi tidak punya waktu lagi jualan kerupuk.

Saking ngebetnya, akhirnya tadi siang beli kerupuknya dan bikin sendiri sambalnya. Yah, Lumayanlah. Cuma mohon maaf kerupuknya sudah habis, anda mau anggap ini hoax juga tidak masalah, silahkan, lagian ini kan bulan puasa, masa saya bohong ntar dosanya berlipat.

Kerupuk Anclom, raos pisan!

Ramadhan dan Kurupuk Anclom

4 thoughts on “Ramadhan dan Kurupuk Anclom

  1. Mas, saya dulu, di kampung kramat sentiong, suka beli kerupuk mie yg dicelup pada kuah kacang. nah kalau kerupuk anclom ini, kerupuk mie juga kah?

    1. Iyah betul, kerupuk mie sama kerupuk merah,,,,dah jarang tersedia di perkotaan skrg, karena digorengnya pake pasir sungai,,,hilang terkikis seperti budaya kita hehehe #lebay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s