Shaum, Bung Hatta dan Sepatu Bally

Khutbah jumat tadi membahas ayat 188 surah Albaqarah disampaikan Ust.Dede Rodin, Lc., tulisan ini apa yang saya tangkap.

Ayat tersebut merupakan rangkaian ayat-ayat yang berkaitan dengan shaum.

Isinya tentang larangan memakan harta saudaranya dengan cara batil dan larangan menyuap.

Tepat sekali dengan kondisi kekinian dan kedisinian, dimana budaya korupsi dan suap begitu merajalela. Bahkan sebuah harian Singapura pernah menyindir negeri kita sebagai, “an envelope country”, negeri yang bisa selesaikan segala macam urusan dengan amplop, tentu saja yang ada isinya.

Seolah-olah kita miskin figur yang bersih, padahal peradaban kita sangat banyak memberikan contoh-contoh keteladanan, kisah Umar bin Khatab atau Umar bin Abdul Aziz, seperti terlupakan oleh berbagai kabar media yang lebih memberi porsi lebih banyak pada berita korupsi dengan berbagai intriknya.

Pun di tanah air, kisah keteladanan Bung Hatta begitu menginspirasi, bagaimana seorang Wakil Presiden harus menabung agar bisa membeli sepatu Bally, sepatu idaman pada masanya. Padahal kalau mau gunakan kekuasaannya Hatta mungkin bisa dapatkan gratis bukan hanya sepasang, bahkan beberapa pasang.

Hatta tidak mau dan beliau menabung dari penghasilannya, sisa memenuhi kebutuhan keluarga. Kebutuhan keluarga yang makin banyak membuat Hatta sering tidak punya sisa untuk menambah tabungan sepatu Bally.

Yang buat kita sedih, sampai wafat, Hatta tidak pernah jadi beli sepatu Bally tersebut karena tabungannya tidak pernah cukup.

Begitu sederhananya!

Shaum, Bung Hatta dan Sepatu Bally

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s