Skandal Bulutangkis Olimpiade, Piala Tiger 1998 dan Sistem Tenis Meja

Membaca berita media-media tentang diskualifikasi delapan pebulutangkis di olimpiade mengingatkan saya pada sepakbola gajah tahun 1998 dalam ajang Piala Tiger (sekarang Piala AFF).

Dalam kejuaraan sepakbola antar negara-negara asia tenggara yang waktu itu memasuki gelaran kedua dan diselenggarakan di Vietnam.

Pada pertandingan akhir grup, Indonesia harus berhadapan dengan juara bertahan Thailand. Bukannya mencari kemenangan, kedua kesebelasan malah bertanding mencari kekalahan untuk menghindari tuan rumah Vietnam yang menjadi runner-up di grup lain.

Akhirnya Musrsyid Effendi menceploskan gol ke gawang sendiri di menit-menit akhir. Skandal ini sampai saat ini dikenang sebagai Sepakbola Gajah.

Siapa sangka skandal semacam itu kembali menimpa Indonesia dan terjadi di Olimpiade, ajang yang lebih akbar.

Empat pasangan ganda putri bermain tidak serius dan bukan mengejar kemenangan. Para atlet justru bermain untuk menghindari rekan senegara dan lawan yang kuat di babak selanjutnya.

Skandal ini berawal dari kekalahan ganda China, Tian Qing/Zhao Yunlei dari ganda Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen pada babak penyisihan Group D. Tak pelak hasil ini membuat Tian/Zhao hanya berada di peringkat dua.

Pasangan Cina yang lain, Wang Xiaoli/Yu Yang, unggulan utama, berupaya menghindar sekan senegaranya tersebut dengan “berusaha” kalah agar tidak menjadi juara grup sehingga tidak bertemu Tian/Zhao pada perempatfinal.

Gresysia Polii /Meiliana Jauhari yang berada di group C menjadi ogah untuk keluar sebagai peringkat group karena karena tidak ingin ketemu unggulan utama dari Cina tersebut, ganda Korea Selatan juga berpikiran sama. Maka terjadilah pertandingan yang tidak sportif keduanya bermain untuk kalah dengan membuang sebanyak mungkin point agar lawan menang.

Buntut kejadian ini kedelapan pemain ini terkena diskualifikasi dan tidak bisa melanjutan kiprahnya di Olimpiade London 2012, dua dari Cina, sang unggulan utama, Wang Xiaoli/Yu Yang, Greysia Polii/Meiliana Jauhari dari Indonesia, turut di diskualifikasi pula dua pasang ganda Korsel, Kim Ha Na/Jung Kyung Eun dan Ha Jung Eun/Kim Min Jung.

Indonesia sempat ajukan banding karena anggap BWF tidak fair dan tidak tegas sejak pertandingan pasangan Cina mengalah dari Korea. Jika BWF tegas sejak awal tentu pasangan lain menjadi segan untuk melakukan hal tersebut. Banding ini akhirnya dicabut dan akhirnya hukuman diterima.

Gunakan Sistem Tenis Meja

Kejadian ini dulu sering terjadi dalam sepakbola, Piala Tiger hanya satu contohnya, kejadian lain terjadi salah satu dalam Piala Dunia 1978. Untuk antisipasi hal ini sejak Piala Dunia 1998 -kalau tidak salah- pertandingan akhir masing-masing grup dilaksanaan bersamaan, agar kejadian yang tidak fair bisa dihindari.

Sayangnya bulutangkis berbeda dengan sepakbola yang akhir pertandingan ditentukan oleh habisnya waktu. Ada yang menyarankan agar sistem dalam pertandingan Bridge digunakan.

Kalau saya pikir sistem pertandingan bulutangkis ini hampir sama dengan tenis meja. Sehingga akan lebih mudah jika sistem pertandingan tenis meja ini diterapkan dalam bulutangkis.

Dalam pertandingan tenis meja, sudah jarang digunakan sistem penyisihan grup dimana juara dan runner-up grup lolos dari grup tersebut. Sistem pertandingan tenis meja yang sering saya amati saat ini hanya meloloskan juara grup/pool aja yang maju ke babak selanjutnya. Selain lebih simpel, jumlah pertandingan juga lebih sedikit, hanya saja kelemahannya adalah atlet hanya sedikit melakukan pertandingan dan jumlah grup jadi banyak bahkan kadang satu grup hanya dua peserta.

Tetapi dengan segala kelebihan dan kelemahan sistem tersebut, maka tidak pernah kita dengar ada skandal serupa dalam pertandingan tenis meja.

Mudah-mudahan skandal ini menjadi yang terakhir yang mencoreng Indonesia di pentas olahraga dunia. Amin!

Skandal Bulutangkis Olimpiade, Piala Tiger 1998 dan Sistem Tenis Meja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s