Bedanya Jabatan Eksekutif dan Legislatif

Heboh sekali bahasan tentang Pilkada DKI Putaran kedua.

Saya sampai aneh, ketika partai yang terakhir dukung Foke kemarin banyak orang yang bilang tidak konsisten.

Alasannya banyak, salah satunya isu yang berkembang sejak kemarin adalah PKS tidak berkaca bahwa calonnya sendiri sebenarnya sedang menduduki jabatan. Sementara kontrak politik yang diajukan kepada Jokowi terkait kesiapannya untuk menyelesaikan amanah sampai akhir.

Mari kita lihat analisisnya, Jokowi dan Foke menduduki jabatan eksekutif, sementara HNW memiliki jabatan legislatif.

Orang yang malas berpikir, kurang paham dan sentimen langsung saja bilang itu sama saja.

Nah, bila kita pelajari dengan baik sistem politik maka kita bisa dengan jelas perbedaannya.

Jabatan legislatif diperoleh ketika seseorang menjadi calon anggota lewat partai politik. Maksudnya adalah para rakyat memilih partainya bukannya orangnya. Di Indonesia saja yang aneh pada 2009 lalu dengan diberlakukannya proporsional terbuka dan penentuan calon yang jadi anggota dewan ditentukan lewat suara terbanyak. Hal ini hampir menapikan peranan partai politik.

Nah, kembali ke awal, jadi dalam pemilu legislatif yang dipilih adalah partai politiknya sedangkan orangnya itu ditentukan oleh partai. Seseorang yang menjadi anggota dewan menjadi perpanjangan parpol tersebut. Anggota dewan bisa diberhentikan oleh partai dan bertanggung jawab utamanya kepada partai.

Karena merupakan perpanjangan partai maka dikenal istilah Pergantian Antar Waktu, untuk mengganti anggota dewan dengan kader lain dari partai itu sendiri. Dalam suatu daerah pemilihan suatu partai bisa mengajukan 120% dari jumlah kursi yang diperebutkan. Ini untuk antisipasi jika suatu saat anggota dewan tersebut di PAW karena berbagai alasan, seperti mundur, meninggal, kena kasus, atau menduduki jabatan lain. Contoh Bupati Bandung atau Wagub Jabar.

Sementara jabatan eksekutif, yang dipilih adalah orangnya yang dicalonkan oleh partai, artinya partai mengajukan figur atau orang untuk dipilih. Ketika sudah dipilih maka dia bertanggungjawab utamanya kepada masyarakat pemilihnya. Jika yang bersangkutan tidak meneruskan amanahnya maka diteruskan oleh wakilnya, kalau wakilnya tidak bisa maka harus ada pemilihan ulang. Mau dipilihnya lewat lembaga legislatif atau kembali dipilih langsung jelas memerlukan anggaran, pencalonan lagi, kampanye lagi, program baru lagi, Ribet!. Tidak ada istilah PAW dalam jabatan eksekutif karena ganti orang ganti kebijakan. Contohnya di Garut.

So, terlihat bedanya, jabatan legislatif adalah perpanjangan parpol, yang dipilih rakyat sebenarnya adalah parpol, orang yang ditugaskan parpol menjadi anggota legislatif bertanggung jawab kepada parpol, memperjuangkan kepentingan rakyat yang disarikan oleh parpol. Orangnya bisa diganti asal masih dari parpol yang sama dan tetap memperjuangkan visi dan misi parpol yang sama.

Sementara dalam jabatan eksekutif, rakyat memilih orang yang mencalonkan diri atau dicalonkan oleh parpol, pejabat eksekutif bertanggungjawab kepada rakyat dan tidak bisa diganti orang lain untuk menjalankan tugas karena dia bukan perpanjangan parpol.

Dari penjelasan yang lumayan jelimet ini simpulannya adalah jabatan legislatif tidak terlalu masalah jika ditinggalkan karena sudah jelas penggantinya dari parpol tersebut melalui mekanisme PAW. Sementara jabatan eksekutif walau mekanisme penggantiannya ada juga tetapi meninggalkan masalah karena belum tentu orang yang menggantikan memiliki visi dan misi yang sama.

Pusing, silahkan bertanya! Diskusi yang membangun baik untuk pengembangan wawasan.

Bedanya Jabatan Eksekutif dan Legislatif

6 thoughts on “Bedanya Jabatan Eksekutif dan Legislatif

  1. ferdi says:

    maap kalo saya kurang paham..tapi bukannya pemilu legislatif juga kita pilih orang bukan partaAI? trus bedanya apa ama pemilu eksekutif??
    trus satu lagi saya baru tau kalo anggora legislatif bertanggungjawabnya ama parpol yah bukan ama partai?? nice inpoh pantesan mereka gada yg peduli ama rakyat yang milih

    1. 1. Gini deh sy klu ada pertanyaan, kontestan pileg itu org ato parpol? parpol toh,,,, pemilu legislatif: caleg itu kandidat yg diajukan parpol tuk wujudkan visi dan misi parpol di parlemen, visi dan misi parpol disusun untuk mewujudkan masyarakat yg lebih baik. Pemilu eksekutif: parpol mengajukan calon untuk dipilih rakyat dan diberikan parpol untuk memimpin rakyat. karena diberikan kepada rakyat maka seseorang yg sdh menduduki jabatan eksekutif tidak bisa di recall/paw oleh partai.

      2. Karena sebenarnya pileg itu milih partai maka tanggungjawab utama aleg itu pd parpol, bukan berarti tidak perlu peduli kpd rakyat yg milih, kepedulian kpd pemilih itu juga dalam kerangka kepedulian partai,,,

      Cuma memang sistem indonesia yang abu-abu jd bikin pusing,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s