Kisruh Sepakbola PON

Hari ini saya dengar tim sepakbola PON Jawa Barat di Riau terkena diskualifikasi.

Peristiwa itu ditambah kasus di cabang futsal dan kisruh laga-laga lain, menurut saya hanya masalah teknis dari pemicu yang sama sekali tidak (mau) diungkap media.

Beberapa hari sebelumnya saya simak tentang perebutan kursi manajer Tim Sepakbola PON yang akhirnya diambilalih mantan Ketua Pengda PSSI Jawa Barat, tokoh KPSI, Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Drg. Toni Aprilani. Masalah dan teknis kejadiannya jelas saya tidak paham selain apa yang diberitakan secara terbatas dalam media.

Kemudian saya mendengar perangkat pertandingan juga diganti, semua wasit diganti dengan wasit dari KPSI, entah diganti entah PSSI yang tarik semua perangkat pertandingan karena tekanan PB PON.

Tiba-tiba hari ini, setelah semua panitia sepakbola berasal dari KPSI secara mengejutkan Tim Sepakbola Jawa Barat terkena diskualifikasi gara-gara munculnya Drg. Toni Aprilani yang juga tokoh KPSI sebagai manajer tim. Jelas-jelas saya gagal paham.

Yang lebih aneh lagi tidak ada satu media pun yang mengangkat ini secara proporsional terutama dua media yang selama ini cenderung ke KPSI.

Untuk lebih segarkan ingatan, KPSI bisa disebut pihak yang kalah dalam Munaslub Solo, bertahun-tahun kubu KPSI ini menjadi penguasa di PSSI.

Kebetulan salah satu donatur PSSI waktu itu adalah salah satu ketua parpol besar di negeri ini dan provinsi yang selenggarakan PON tahun ini juga dipimpin oleh kader partai tersebut, apakah ini ada benang merahnya?

Itu juga yang menjadi pertanyaan saya…

Kisruh Sepakbola PON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s