Gubernur Jakarta Ahok?

Selasa, 6 Maret 2012 DPRD DKI Jakarta menolak pengunduran diri Prijanto sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Penolakan ini dilakukan oleh DPRD melalui mekanisme voting.

Ada delapan fraksi di DPRD, dua fraksi yakni PDIP dan Partai Golkar berhalangan hadir dalam sidang tersebut. Fraksi Partai Demokrat dan PPP menolak pengunduran diri Prijanto sementara empat fraksi lainnya, PKS, Amanat Bangsa (PKB-PAN), Gerindra, dan Hanura Damai Sejahtera (Hanura-PDS) menerima permohonan Prijanto.

Setelah dilakukan voting maka hasilnya 37 menerima dan 24 menolak sehingga Dewan secara lembaga menolak pengunduran diri Prijanto dan meminta Prijanto untuk melanjutkan tugasnya sebagai Wakil Gubernur sampai akhir masa jabatan.

Gubernur Ahok?

Kondisi serupa menimpa Jokowi saat ini, sebagai walikota yang terpilih pada tahun 2010 maka masa jabatannya akan habis pada tahun 2015.

Jika Ahok sudah secara jelas posisinya dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR, maka berbeda dengan Jokowi yang belum “selesai” dengan urusannya sebagai walikota Solo.

Situasi ini pernah saya singgung dalam tulisan beberapa waktu lalu, anda bisa baca di sini

Intinya ketika Jokowi terpilih menjadi Gubernur terpilih maka tidak bisa serta merta bisa dilantik, minimal ada dua sandungan yang harus dilalui, pertama, sidang PTUN yang menuntut ganti rugi sejumlah uang terhadap Jokowi karena ingkari janji untuk selesaikan jabatan sampai 2015, kedua penolakan pengunduran diri Jokowi oleh DPRD Solo.

Sidang PTUN tidak membuat Jokowi gagal dilantik paling cuma bayar beberapa ratus miliar, tetapi jika kejadian Prijanto kembali terjadi, yakni ketika Jokowi mengajukan surat pengunduran diri kepada DPRD dan ditolak oleh DPRD maka apa yang akan terjadi?

Dinamika politik memang sulit ditebak, pendapat DPRD Solo nanti menjadi menarik ditunggu, apakah akan menerima atau menolak? Jika menerima maka Jokowi dengan lancar bisa dilantik sebagai Gubernur DKI dan Walikota Solo dilanjutkan oleh Wakilnya Fransiscus Xaverius Hady Rudiatmo.

Saya kok agak yakin bahwa baik warga Solo sampai 91% mendukung atau warga Jakarta yang memilih pasangan nomor 3 ini karena faktor Jokowi-nya, bukan karena FX Hady Rudiatmo-nya (di Solo) dan bukan karena Ahoknya (di Jakarta).

Apabila DPRD Solo menolak pengunduran diri Jokowi dan meminta menyelesaikan jabatannya sampai 2015, maka apakah Ahok yang bernama asli Zhong Wan Xie akan otomatis menjadi Gubernur DKI? Jadi Jokowi hanya sebagai vote getter saja begitu?

Kalau ini akhirnya benar-benar terjadi maka ini merupakan fenomena baru dalam politik Indonesia, kemenangan demokrasi atau kemenangan pencitraan?

Gubernur Jakarta Ahok?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s