Buka Opsi, Cukupi Ahli, Sosialisasi ke Seluruh Prodi!

Terkisah sebuah kampus membuka opsi. Bagi anda yang belum paham, opsi itu pembagian keilmuan di bawah program studi ada juga di kampus lain yang memakai istilah konsentrasi. Entah tepat atau tidak begitulah gambaran simpelnya.

Ceritanya sebuah kampus selenggarakan sebuah opsi. Opsi ini bisa dibilang ad hoc kalau kita pakai istilah kerennya sekarang. Bisa dibilang seperti itu karena belum ada satupun kampus yang selenggarakan opsi/ konsentrasi ini secara reguler. Semua kampus yang selenggarakan opsi ini pun masih didanai oleh negara.

Entah dimana salahnya, menurut pendapat saya opsi ini masih belum bisa ajeg secara akademik. Dari tahun ke tahun ada saja masalahnya. Tahun ini terlihat makin pelik.

Beberapa mahasiswa pengambil opsi ini sedang berada dalam masalah karena memilih pembimbing yang miliki mahasiswa bimbingan yang banyak. Ingat yah banyak itu relatif, mungkin tahun-tahun sebelumnya juga terjadi juga seperti ini, bahkan mungkin lebih. Bila dikaji lebih dalam mahasiswa juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena memang dosen yang bersangkutanlah yang miliki kompetensi di bidang kajian opsi itu. Beberapa mahasiswa yang coba cari dosen lain sebagai pengganti, sang pengganti malah rekomendasikan dosen yang sudah overload tersebut. Artinya memang dosen tersebut sudah diakui kapasitasnya di bidang tersebut, serta belum lihat yang sepadan dengannya.

Seperti saya bilang, banyak itu relatif, tahun-tahun lalu bisa jadi lebih overload. Ingat juga opsi itu dibawah prodi, sehingga ketika kebijakan prodi berubah maka opsi ikut kena masalah. Permasalahan ada semantik kata “banyak” yang bisa jadi menurut Ka.prodi baru tersebut adalah “kebanyakan” sehingga perlu penanganan lebih lanjut, untuk jaga kualitas lulusan mungkin salah satu alasan.

Kalau sudah begitu yah, harus saling menahan diri, berembug secara baik-baik menjadi solusi terbaik, mudah-mudahan saja semua berakhir dengan nyaman dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Itu penanganan jangka pendeknya, secara jangka panjangnya dan secara umumnya, mungkin jika sebuah kampus akan selenggarakan sebuah prodi/ jurusan/ opsi/ konsentrasi baru setidaknya lakukan dua hal, (1). Cukupi para ahli dalam bidang tersebut, dalam mengajar masih bisa ambil dari luar tapi untuk bimbing? memang idealnya yang bimbing dari dalam sendiri walau dari luar mungkin masih bisa namun perlu dicukupi dulu ahli dibidang tersebut, (2). Lakukan sosialisasi secara komprehensif kepada seluruh pihak yang ada dalam fakultas tersebut, -mungkin kalau sekampus terlalu luas-, hal ini agar semua paham, kajiannya apa, bedanya dengan yang ada dimana, peserta didiknya dari mana dan berlatar belakang apa dan ukuran kompetensinya apa, sehingga semua paham.

Ini hanya pendapat pribadi. Mohon maaf dan mudah-mudahan semua bisa selesai dengan baik.

Buka Opsi, Cukupi Ahli, Sosialisasi ke Seluruh Prodi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s