PLN Kini: Bayar Tagihan Listrik Tanpa Antri

Suatu hari 1994, ketika saya baru duduk di kelas 1 SMP, hampir setiap bulan Ibu menyuruhku membayar tagihan rekening listrik. Maklum kami sebagai keluarga sederhana dan tinggal di kampung perlu waktu untuk kumpulkan uang pembayaran listrik. Selain itu, tempat pembayaran rekening listriknya hanya tersebut satu tempat untuk satu kecamatan. Kondisi tersebut membuat kami para pelanggan berdesakan satu sama lain, terutama jika menjelang batas akhir pembayaran. Dahulu batas pembayaran listrik kalau tidak salah adalah tanggal 15 setiap bulannya, kini paling akhir pembayaran adalah tanggal 20.

Saya yang bertubuh kecil harus ikut berdesakan dengan para bapak dan ibu yang sama-sama melakukan pembayaran rekening listrik. Mekanismenya sederhana, kita bawa rekening bulan sebelumnya kemudian petugas mencari rekening pembayaran bulan berjalan setelah ketemu maka petugas nama pelanggan yang tertera dalam kwitansi tersebut. Kebanyakan orang-orang kampung kami sama seperti keluarga saya, bayar di akhir-akhir batas waktu. Bukan karena tidak ingin membayar di awal bulan tetapi kondisi keuangan yang harus membuat kami menabung dulu uang pembayaran rekening listrik.

Sambil menunggu giliran dipanggil oleh petugas, ruangan di sekitar loket pembayaran penuh sesak. Saya jarang kebagian duduk, biasanya saya nunggu dengan berjongkok ditengah hiruk pikuk dan tebalnya asap rokok baik dari petugas terutama dari sesama pelanggan listrik.

Saya tidak berani menunggu di luar ruangan karena ada pengalaman juga. Jadi, nama yang tercantum dalam rekening listrik rumah kami masih atas nama kakek, H. Damanhuri yang waktu itu kami biasanya manggil beliau dengan Mama. Kadang saya lupa bahwa nama pelanggannya masih atas nama kakek. Ketika dipanggil nama tersebut oleh petugas terkadang saya tidah sadar bahwa itu adalah rekening yang harus kami bawah terlebih ketika saya berada di ruangan maka suara pun terdengar samar-samar akibatnya pernah beberapa kali terlewat karena ketika dipanggil saya tidak datang ke loket. Itulah kemudian saya berjongkok di pojok ruangan supaya suara pertugas terdengar jelas.

Kini: Tanpa Antri

Tampaknya cerita itu tinggal sejarah, dengan terobosan yang dilakukan PLN kini kita tidak perlu lagi datang dan berdesakan di tempat pembayaran rekening listrik. Melalui mekanisme Payment Point Online Banking (PPOB) kini kita bayar rekening listrik dimanapun. Lokasi pembayaran listrik kini tersebar dan tidak lagi hanya satu tempat perkecamatan.

Kini, saya sudah berkeluarga namun orang tua masih tinggal di kampung. Saya dengar sekarang beliau suka membayar listrik di tempat pembayaran yang berada di lingkungan Rukun Warga (RW) kami, jaraknya jika dulu bisa mencapai 1 KM kini hanya sekitar 100 M saja. Banyak juga loket-loket pembayaran yang lain sehingga konsentrasi pelanggan biasa menyebar dan tidak mengalami antrian dan berdesakan seperti dahulu.

Jika orang tua saya kini bisa membayar listrik dengan jarak yang relatif jauh lebih dekat. Saya yang kini tinggal dengan keluarga sendiri sering juga memanfaatkan layanan pembayaran lewat internet banking atau lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM), tentu saja ini lebih simple karena saya tidak perlu repot-repot datang ke tempat pembayaran listrik.

Dari sekian banyak terobosan yang dilakukan PLN saya terkesan dengan terobosan PPOB ini. Setiap kali saya membayar listrik sekarang, saya selalu membayangkan ada anak dengan tubuh kecil ikut berdesakan dengan pelanggan lain yang dewasa, setelah memberikan rekening lama sebagai untuk mencarai rekening yang harus dibayar, saya menunggu dipanggil petugas dengan berjongkok bahkan duduk di lantai dengan orang lain, mirip menunggu pembagian ransum.

Selain apresiasi saya terhadap berbagai terobosan yang dilakukan oleh PLN saya juga mempunyai harapan kepada PLN pertama, untuk terus mengembangkan layanan listriknya sehingga semua warga masyarakat di seluruh pelosok tanah air bisa menikmati listrik demi kemajuan masyarakat, kedua, untuk terus senantiasa mengawasi dan memberantas korupsi dan suap yang ada di lingkungan PLN, ketiga, agar PLN menertibkan berbagai promosi yang mengatasnamakan PLN baik yang dilakukan oleh oknum pegawai yang menjanjikan kemudahan dengan meminta sejumlah uang atau promosi pihak lain yang mencatut nama PLN sehingga seolah-olah kita jadi kena kewajiban untuk membeli produk yang mereka tawarkan.

Semoga tulisan singkat ini bisa menambah semangat bagi PLN untuk terus meningkatkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakatnya dan memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa menghargai capaian-capaian positif yang ditorehkan oleh perusahaan milik negara, salahsatunya adalah berbagai terobosan yang dilakukan PLN.

PLN Kini: Bayar Tagihan Listrik Tanpa Antri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s