Terbentuknya Group/ Kelompok

Setiap orang dipastikan memiliki kelompok dalam pergaulannya baik kelompok formal atau informal. Manusia sebagai mahluk sosial memiliki kecenderungan untuk selalu berkelompok sebagai manifestasi kehidupan sosialnya.

Secara garis besar kita berasumsi bahwa group terbentuk melalui tiga pandangan:

1. Pandangan bahwa ada kekuatan besar yang tengah mengancam kita dan harus kita lawan bersama-sama dan mengharuskan kita mengkonsolidasikan diri dalam sebuah group. Konsolidasi tim dalam pandangan ini terbentuk dan solid dengan menyusun nilai kebenaran yang sangat konservatif dan menilai semua yang berada di luar kelompoknya berada dalam posisi yang salah. Posisi benar-salah dikonversi menjadi apakah seseorang berada di kelompoknya atau bukan.

2. Pandangan yang beranggapan bahwa group terbentuk akibat adanya magnet kepemimpinan. Asumsinya dibangun oleh adanya perasaan tidak aman secara umum yang mendorong hadirnya seorang pemimpin yang kuat yang dapat melindungi dan menjaga. Dengan demikian maka kelompok menjadi sangat bergantung pada pemimpin ini, semua aktivitas kelompok digerakkan dan bergantung kepada pemimpin.
3. Pandangan ketiga didorong oleh hadirnya harapan yang berada dalam pundak dua orang staf yang dianggap dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan membuat orang-orang menjadi optimis, antusias dan kreatif. Kondisi ini kadang terlalu membawa kepada sikap overconfident yang membuat perhitungan menjadi tidak detail dan mengenyampingkan berbagai resiko yang bisa saja membuat keberhasilan menjadi sirna. Selain itu, sikap optimism berlebihan juga membuat kelompok kurang mengukur dan mempelajari sejarah kejatuhan yang bisa saja terulang.

Dari sini kita bisa mengambil hikmahnya bahwa pembentukan kelompok itu di dasarkan bukan hanya kepada sikap reaktif semata, dia harus merupaka usaha sadar untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang ditetapkan secara rasional.

Dari pandangan kedua kita bisa ambil pelajaran bahwa, sistem harus dibuat sekuat mungkin, karena orang bisa datang dan pergi. Kita tidak boleh tergantung kepada seseorang karena bisa saja suatu saat orang itu tidak ada dalam lagi dalam kelompok.

Pandangan ketiga kita diajarkan untuk lebih hati-hati dan menghitung setiap rencana tindakan yang akan dilakukan. Segala resiko dan perhitungan yang matang termasuk masa lalu kelompok harus dipelajari dengan seksama sehingga segala tindakan yang diambil dapat berhasil menyelesaikan masalah yang ada dan sampai pada tujuannya.

Terbentuknya Group/ Kelompok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s