Pahlawan dan Berperang

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”

10 November di Indonesia ditetapkan sebagai hari dimana kita mengenai para pendahulu bangsa yang mengorbankan hidupnya menjaga eksistensi bangsa dan negara, kita mengenalnya dengan hari pahlawan.

Hari pahlawan ditetapkan 10 November dalam kaitannya secara khusus dengan perjuangan heroik pejuang yang mempertahankan Kota Surabaya dari gempuran tentara Sekutu yang dipimpin Inggris yang diboncengi Belanda dengan maksud mengambil alih membali kuasanya atas Indonesia yang tahun 1942 ke tangan Jepang.

Setiap jaman, setiap tempat dan setiap generasi memiliki perangnya sendiri yang kemudian lahirkan para pahlawan pada setiap satuan tadi. Bahkan bagi setiap entitas juga memiliki masa dan jenis perangnya sendiri.

Tentu saja perang yang dimaksud bukan melulu perang fisik tetapi berbagai jenis perang dalam bidang lainnya. Bisa perang ekonomi, perang media, perang gaya hidup, perang pengaruh, peran politik sampai perang ideologi.

Selain macam-macam perang, ternyata motif orang/ kelompok untuk berperang juga berbeda-beda. Kalangan barat membagi pada tiga aspek saja, Gold, Gospel, Glory.

Ada yang berperang untuk dapat kuasai resource yang dimiliki suatu wilayah, itu mungkin kita golongkan sebagai Gold. Berperang ternyata juga digunakan untuk mempertahankan dan menyebarkan berbagai ideologi kepada seluas-luasnya masyarakat, ini digolongkan sebagai Gospel. Bebepara kalangan berperang untuk menjaga hegemoni dan pengaruhnya, ini Glory.

Dari semuanya bisa kerucutkan motif perang adalah Gospel, menyebarkan pengaruh keyakinannya tentang gagasan kehidupannya, lazim kita sebut sebagai perang ideologi. Tetapi, yang menyedihkan bagi saya adalah banyak juga ternyata orang-orang yang terlibat dalam perang non-fisik terutama tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi prajurit bagi pasukan perang ideologi tertentu yang bisa jadi sebenarnya bertolak belakang dengan idelogi pribadi yang diusungnya. Tetapi tuntutan pemenuhan kebutuhan yang diberikan kepadanya menjadikannya buta bahwa dia sedang membela ideologi yang sebenarnya tidak dia dukung. Atau malah lebih parah lagi, dia sebenarnya tahu tetapi tidak peduli lagi yang penting tuntuan kebutuhannya terpenuhi.

Sampai dunia capai akhir jaman perang tidak akan pernah selesai, setiap orang/ kelompok senantiasa terus sebarkan pengaruh lewat berbagai perang. Yang menjadi penting dijawab adalah posisi kita dalam perang dan bagaimana berperang dengan selalu raih kemenangan.

Kalah dan menang dalam perang adalah hal yang biasa, pasukan Rasul SAW pun pernah alami kekalahan, kalau begitu kalah dan menang dalam pertempuran bukan merupakan kekalahan dalam peperangan, lalu apa indikasi kemenangan dalam peperangan.

Bagi saya indikasinya adalah ketaqwaan. Bagi setiap muslim berniat perang bagi jenis apapun adalah dalam rangka pengabdian kepada Allah. Kalah menang tidak masalah, yang menjadi masalahnya adalah kita berperang untuk siapa dan untuk apa.

Ternyata tidak ada yang lebih menguntungkan dari berperang untuk Allah dan untuk menebarkan berbagai manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh penghuni bumi.

Hari ini kita rasanya adalah momentum tepat untuk memulai peperangan, tidak ada kalah menang, yang penting adalah apakah menjadi penambah timbangan kebaikan atau tidak di akhirat, itu!

Pahlawan dan Berperang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s