Menerima Aku Apa Adanya atau Adanya Apa?

Mohon maaf masih menulis tentang ini. Ini simpel tapi penting. Banyak orang terjebak dan gagal paham dengan ungkapan ini. Dalam Study saat ini, saya menjadi familier lagi dengan istilah aligment, kemudian status seorang teman istilah ini juga sangat berkaitan dengan fenomena sosial terutama dengan kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan sosial maupun kehidupan pasangan dan keluarga atau yang mau berkeluarga alias sedang cari pasangan.

Dalam pergaulan sosial tentu kita sangat senang dengan orang yang dinamis, adaptable dan supel. Tidak melulu harus dipermaklum oleh orang tetapi mampu dengan tepat mempermaklum terhadap orang lain.

Di sinilah poinnya. Jika kita abai terhadap apa adanya orang dan selalu ingin diindahkan apa adanya kita, sebenarnya itulah kemudian yang kita sebut dengan egois.

Dalam menentukan jodoh misalnya, kita hampir selalu promosikan bahwa kita mencari pasangan yang mau menerima kita apa adanya. Kriteria ini mungkin tepat untuk sisi harta, tetapi sangat mungkin pada sisi lain ini kurang tepat.

Ungkapan itu bila tidak dimaknai dengan tepat bisa dipahami bahwa calon pasangan kita harus terima kita apa adanya termasuk selain harta, meliputi cara hidup, sikap, visi hidup, gaya hidup, perilaku dan semua keinginan lain calon pasangan harus menerima. Artinya proses alignment sebagian besar harus dilakukan oleh pasangan kita terhadap kita yang apa adanya, sementara kita mungkin sedikit atau tidak sama sekali lakukan penyelarasan terhadap apa yang ada dalam pasangan atau teman kita tersebut, egois bukan?

Harus kita ingat bahwa yang kita nikahin, atau teman-teman kita, semuanya adalah manusia yang sama dengan kita, punya keinginan, sikap dan gaya hidup juga yang harus kita apresiasi. Dengan demikian bahwa mungkin ungkapan tersebut harus dilengkapi atau dikoreksi, bisa bahaya kalau setiap orang keukeuh memandang bahwa orang lain atau (calon) pasangan kita harus menerima kita apa adanya dan lakukan penyelerasan terhadap apa yang ada pada kita, keliru besar itu. Kita pun harus hargai apa yang ada pada orang lain dan lakukan proses penyelarasan supaya kita menjadi cocok.

Rasanya tidak ada di dunia ini yang cocok begitu saja dengan orang lain, sedikit banyak tentu harus ada penyelerasan, harus ada penurunan ego. Oranb dibilang cocok itu bila kita dan orang lain/ pasangan masing-masing mudah memahami satu sama lain, saling menyelaraskan dengan baik.

Jika kita masih sulit selaraskan diri dengan orang lain dan hanya ingin orang lain yang selaraskan dengan diri kita atau dengan bahasa topik ini, jika hanya orang lain yang harus menerima kita apa adanya sementara kita tidak mempertimbangkan bahwa orang lain pun harus diterima apa adanya, saya kira, siap-siap saja memperpanjang usia kesendirian kita.

#ingatkandiri

Menerima Aku Apa Adanya atau Adanya Apa?

2 thoughts on “Menerima Aku Apa Adanya atau Adanya Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s