Timnas AFF 2012: Pembuktian Tanpa Intervensi Politik

Akhir pekan ini Piala AFF 2012 akan digelar. Kali ini yang menjadi tuan rumah babak penyisihan group adalah Malaysia dan Vietnam.

Timnas Indonesia berangkat dengan kondisi yang tidak kondusif. Tentu saja ini akibat kisruh pengurusan sepakbola di tanah air. PSSI dibawah Arifin Djohar Budiman tampaknya terus mendapat gangguan dari rezim yang kalah pada Munas terakhir PSSI.

Sebagai penyinta sepakbola saya lihat kualitas pemain Indonesia itu rata-rata, sehingga ketika beberapa pihak nyinyir dengan materi timnas yang sebenarnya diakibatkan oleh tidak bergabungnya pemain-pemain top yang mayoritas bermain untuk klub yang bermain di liga yang dikelola oleh rezim yang kalah tadi yang menamakan diri Kelompok Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Dengan sedikit logika awam seperti saya, ini menjadi suatu keheranan tersendiri. Orang-orang itu yang ganggu PSSI lantas orang-orang itu pula yang vonis PSSI tidak becus mengurus sepakbola yang diindikasikan turunnya peringkat FIFA.

Kalau mau fair biarkan PSSI sekarang bekerja sampai masa jabatannya habis lantas ambil lagi melalui jalan munas, tetapi kayaknya mungkin ingin segera menjabat lagi, sehingga, goyang dari sekarang.

Timnas AFF 2012

Jadi bagaimana peluang timnas di AFF kali ini? Menurut saya capaian realistisnya adalah lolos dari group, masuk final seperti 2010 lalu juga tidak menutup kemungkinan bahkan juara juga bisa. Coba kita lihat perposisi para pemain.

Untuk kiper memang kiper yang ada di timnas sekarang secara popularitas jauh dibawah nama-nama kiper tahun 2010 lalu, Made, Markus, Fery. Namun secara kualitas, Wahyu Tri dan Endra mungkin hanya kalah sedikit.

Posisi belakang memang yang agak rentan, tetapi timnas lalu pun yang dijaga Maman, Hamka, Robby juga tak sedikit lakukan kesalahan fatal. Saya pikir kualitas juga tak jauh berbeda cuma nama pemain belakang sekarang tidak sebesar nama-nama dulu. Mungkin kita cuma sedikit tahu kualitas Wahyu Widjiiastanto, mudah-mudahan Hamdi Ramdan bisa menunjukkan kualitasnya dan lipatan semangat. Ini kalau Tim Maitimo benar-benar tidak bisa diturunkan karena keterlambatan passport.

Lini tengan dengan hadir Tony Cussell agak lumayan tinggal tandemnya yang harus dicari agak kuat untuk gantikan posisi Bustomi. Sedangkan posisi sayap, hadirnya Artur, Okto, Gedi, Elly Aiboy, Andik saya kira cukup gantikan Ridwan, Supardi, Nasuha.

Di lini depan makin ciamiknya penampilan Irfan Bachdim saya kira perlu diimbangi dengan tamdem yang cocok. Bobot yang terlalu berat Van Beukering bisa dimanfaatkan untuk stop ball sementara pemain lain mencari posisi. Seperti laga lawan Kamerun reserve. Jadi di depan posisi Irfan sudah stabil tinggal dipilih pendamping bisa Beukering atau BP.

Semoga timnas ini bisa memberikan yang terbaik, minimal permainan yang cantik, syukur kalau bisa memberikan kejutan berupa Piala AFF pertama bagi Indonesia. Supaya yang nyinyir pada diam dan buktikan bahwa sepakbola tanpa politik bisa maju.

Timnas AFF 2012: Pembuktian Tanpa Intervensi Politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s