Parpol Absen di Agenda Politik?

Beberapa hari lalu terlibat diskusi informal dengan beberapa teman tentang partai politik yang mendukung salahsatu kandidat yang tidak selaras dengan opini publik yang dikembangkan media.

Mereka berpendapat seharusnya partai tersebut adalah abstain atau tidak memihak terhadap salah satu calon.

Dari dua paragraf tersebut mudah-mudahan menggambarkan masalah yang diangkat dan dari dua paragraf tersebut kita bisa menemukan dua kata kunci untuk memberikan respon terhadap diskusi tersebut.

partai politik, sebagai entitas politik menurut saya pahami dalam buku-buku ilmu politik justru lahir untuk menjawab dan mewakili masyarakat minimal kader dan simpatisannya untuk terlibat dalam proses-proses politik lain tidak, cara bisa dua yakn dengan mengusung calon yang sesuai dengan cita-cita perjuangannya atau kedua dengan membangun komitmen dengan calon-calon yang ada, dengan melakukan komunikasi langsung dengan calon tersebut, catat yah, komunikasi langsung.

Komunikasi langsung ini untuk menjamin informasi yang jelas dan benar sehingga terlepas dari plintiran media yang saya pikir juga punya kepentingan politik di dalamnya. Komunikasi langsung ini kan sulit kalau dilakukan calon terhadap semua masyarakat oleh karenanya diwakili oleh partai politik. Komunikasi langsung ini kemudian dipahami sebagai komunikasi politik dan merupakan salah satu fungsi partai politik.

Dengan demikian kalau parpol tidak lakukan ini maka parpol tersebut bisa kita katakan kurang berfungsi, sekali lagi saya katakan kita tidak bisa hanya andalkan media yang beritanya sudah disaring beberapa kali dan tidak value free.

Media, tidak seperti keberadaan media di AS misalnya, yang secara jelas keberpihakannya karena memang dibolehkan, di tanah air media karena aturan yang ada sementara ini mesti netral walau tidak dipungkiri bahwa sebagian besar media yang ada dimiliki atau mensponsori kekuatan politik tertentu.

Jika demikian adanya maka rakyat dituntut lebih cerdas, ini yang sulit. Kecerdasan masyarakat ini perlu untuk menyaring berbagai informasi lewat media, karena hampir pasti informasi yang diberikan akan hampir pasti diatur untuk menguntungkan kelompoknya. Sayang sekali masyarakat sering kali terframe oleh media dan ikut hanyut dalam setting opini yang dikembangkan.

Parpol Absen di Agenda Politik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s