Poligami atau “Jajan”?

Entah bagaimana standar nilai di masyarakat saat ini berlaku, rasanya nilai-nilai seperti sudah berubah ukurannya.

Beberapa hari lalu terlibat diskusi dengan seorang teman, banyak hal yang didiskusikan. Tiba-tiba saja dia bilang bahwa tidak suka dengan parpol tertentu karena banyak hal, salah satunya karena dukung poligami.

Saya bilang parpol lain juga banyak yang lakukan, kenapa yang dibenci cuma parpol itu, jadi intinya memang apa yang dilakukan parpol itu dia akan kontra, sudahlah kalau begini.

Lalu saya tanya, kalau jajan atau selingkuh tanpa ikatan itu gimana?

Dia jawab, itu kan hak pribadi masing-masing, lho memiliki istri lebih dari satu juga hak pribadi, bukan? Aneh kan!

Saya bukan orang yang alim, tapi masih anggap bahwa sebagai muslim pedoman hidup harus berusaha tetap mengacu kepada Al-Quran dan Sunnah, entah teman saya itu.

Dalam Quran jelas, poligami itu diperbolehkan dengan syarat yang sangat ketat. Dan sebaliknya Quran melarang Zina bukan hanya melakukan bahkan mendekati saja tidak boleh.

Bagi saya itu cukup, jangan karena tren di masyarakat kemudian kita anggap Quran dan Sunnah perlu dikoreksi, naudzubillah!

Mudah-mudahan kita semua diberikan taufik dan hidayah-Nya. Diberikan basirah bahwa yang benar itu benar dan diberikan kekuatan untuk mengamalkannya dan menyatakatan bahwa yang salah itu salah dan diberi keuatan untuk meninggalkannya.

Amin.

Poligami atau “Jajan”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s