Aku Tidak Mau Investasi!

Walau sudah dijelaskan kemarin pentingnya berinvestasi dan dikemukakan pula alasan-alasan penting untuk berinvestasi namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang enggan berinvestasi.

Keengganan untuk berinvestasi ini pada umumnya dikarenakan kurang edukasi tentang investasi secara umum. Pengetahuan tentang uang minim sekali diajarkan dibangku sekolah sehingga pandangan terhadap uang dibentuk sedemikian rupa oleh lingkungan. Selain pendidikan formal yang kurang, pemahaman yang incomplete tentang agama membuat pemahaman terhadap uang dan kekayaan secara umum banyak dimaknai negatif sehingga hal membuat masyarakat tidak terlalu melihat sisi strategis dari kebutuhan berinvestasi.

Pandangan umum yang terbentuk kemudian memunculkan beberapa alasan kengganan untuk berinvestasi, diantaranya :

1. Investasi itu sulit

Masyarakat berpandangan bahwa investasi itu sulit perlu beberapa langkah yang menguras kemampuan intelektual sehingga bagi masyarakat yang merasa not well educated merasa sulit untuk melakukan investasi.

Itu anggapan dulu, saat ini seiring perkembangan jaman proses berinvestasi sudah sedemikian mudah, semudah menabung. Padahal walau pun mungkin ada beberapa langkah yang dianggap sulit, kalau pun itu dirasa ada, itu jauh lebih mudah dibanding kesulitan jika tidak melakukan investasi, mau kah nilai uang anda terus tergerus?

2. Investasi itu beresiko

Alasan kedua biasanya enggan berinvestasi karena investasi itu memiliki resiko, nanti uangnya hilang atau berkurang, belum lagi nanti sulit kalau sewaktu-waktu ingin menjual investasi yang dimiliki. Belum lagi kondisi negara dan pasar yang selalu fluktuatif nanti bisa-bisa malah rugi.

Sebenarnya alasan ini memang benar adanya dan kalau disadari sepenuhnya hampir tidak ada yang tidak beresiko. Jika uang tetap disimpan saja atau hanya ditabung saja, memang jumlah uangnya tidak berkurang, tetapi dia pasti terkena juga resiko, yakni resiko penurunan nilai uang. Bila saya biasa beli satu porsi cimol seharga Rp. 1.000,- pada tahun 2008 kini harganya seporsi Rp. 2.000,- jadi selama lima tahun terjadi penurunan nilai uang sebesar 100% atau 20% pertahun. Komoditas lain seperti rumah, dana pendidikan dll. Silhkan bandingkan sendiri. Jadi kalau tidak berinvestasi benar tidak beresiko, tapi jelas-jelas sudah terkena resiko, resiko inflasi.

3. Invetasi itu butuh modal besar

Kebanyakan dari awam juga merasa sulit melakukan investasi karena keterbatasan uang yang dimiliki, rasanya tidak akan cukup untuk memulai berinvestasi, benarkah demikian?

Rasanya tidak kok, anda yang punya ratusan ribu perbulan bisa mulai membeli reksadana, saat ini ada reksadana yang bisa dibeli mulai dari Rp. 100.000,-. Anda yang punya dana jutaan bisa mulai membeli Dinar atau Logam Mulia. Walaupun tentu keputusan membeli jenis investasi ini sebaiknya didiskusikan dahulu dengan perencana keuangan yang anda miliki, sehingga langkah-langkah investasi yang dilakukan tidak melewatkan hal-hal lain yang ternyata juga lebih prioritas. Tetapi intinya adalah investasi bisa dilakukan dengan modal yang kecil, tidak selalu harus besar.

4. Investasi itu haram

Apakah semua investasi itu haram? Perkembangan produk-produk keuangan syariah saat ini semakin berkembang, sehingga sebenarnya masyarakat memiliki pilihan yang cukup untuk memilih produk yang cocok dalam memulai investasi.

Jadi, selamat berinvestasi!

Aku Tidak Mau Investasi!

2 thoughts on “Aku Tidak Mau Investasi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s