Merencanakan Dana Pendidikan Sarah

Ini sedang menghitung perkiraan kebutuhan dana pendidikan buat anak saya Sarah.

Lumayan juga ternyata. Bingung nyimpen dimana, sudah saya simpen disini saja.

Baru perencanaan, bisa disesuaikan dengan kondisi yang terus berubah, yang penting, Sarah bisa sekolah nyaman.

TK

Mulai dari TK yah. Saya tidak terlalu suka anak masih kecil masuk lingkungan formal. Pendidikan terbaik adalah keluarga, ibu terutama. Jadi secair apapun kondisi pendidikan pra sekolah, saya memilih untuk tidak memasukan anak terlalu dini ke institusi pendidikan. Nanti dia harus berjibaku 17 tahun di sekolah, pengalaman saya, itu membosankan! Jadi langsung TK saja, itu pun paling lama 2 tahun.

TK nya ada dua pilihan, saya pilih yang dekat rumah sekarang saja dulu, masih kecil, ngapain jauh-jauh.
Setelah dihitung-hitung biayanya sekitar Rp. 3,5 Juta/ tahun, jadi total Rp. 7 Juta. Nah, dana ini akan naik saya perkirakan sekitar 15% pertahun, jadi 2 tahun lagi ketika Sarah masuk kira-kira dana ini menjadi Rp. 9,257,500,- itu artinya saya harus menabung dari sekarang sekitar Rp.367,361,-

SD

Ada SD yang lumayan tidak jauh dari rumah dan sudah terkenal di Bandung, inilah salah satu keuntungan tinggal di pusat kota. Kemarin ngobrol sama teman yang anaknya sekolah di situ. Biaya pertahunnya yakni sekitar Rp.7,666,667,-/ pertahun, jadi total selama SD jadi sekitar Rp.13,409,048,-. Kalau Sarah akan masuk SD sekitar 4 tahun lagi maka nanti 4 tahun lagi biayanya menjadi Rp.80,454,288,-. Dengan kebutuhan senilai itu saya mesti investasi sebesar Rp.1,162,844,-.

Berat juga yah, solusi cuma dua, turunkan level SDnya atau cari penghasilan tambahan.

SMP

Rencana saya, Sarah sekolah di SMP Islam yang ada di daerah Subang, sekolah mana hayo? jangan sebut merek dulu kali yah. Kebetulan di web sekolah tersebut sudah ada rincian biaya untuk penerimaan tahun ini.

Setelah dihitung, maka kebutuhan selama 3 tahun sekolah SMP sekitar Rp.51,378,583,- jika Sarah masuk sekolah ini sekitar 10 tahun lagi maka dana ini dengan perkiraan naik sekitar 15% pertahun akan menjadi Rp.154,135,750,- karena masih lumayan lama maka saya cuma perlu investasi sekitar Rp.386,271,-/ bulan.

SMA

Jika Sarah menlanjutkan SMA di sekolah yang sama maka ini juga gampang, karena biayanya juga sudah ada di web sekolah tersebut.

Setelah dihitung maka kebutuhan biaya SMA tersebut saat ini sekitar Rp.92,291,814,- untuk 3 tahun. 13 tahun lagi ketika Sarah masuk sekolah, dengan inflasi sekitar 15% biaya tersebut akan menjadi Rp. 276,875,443,-. Untuk penuhi ini saya butuh investasi sekitar Rp.335,560,-/ bulan.

Perguruan Tinggi

Saya rencanakan Sarah masuk ke kampus terbaik di Bandung. Ini juga lebih gampang hitungnya setelah beberapa waktu lalu pihak kampus menyatakan mulai tahun ini memberlakukan biaya kuliah tunggal persemester yang berkisar Rp. 0 – 10 Juta.

Dengan memperkirakan bahwa untuk saat ini biaya persemester untuk tingkat ekonomi saya adalah sekitar Rp. 5 juta/ semester maka biaya kuliah total saat ini adalah Rp. 40 Juta dengan asumsi lama kuliah adalah 10 semester.

Biaya Rp. 40 Juta ini dengan asumsi kenaikan 15%/tahun akan menjadi Rp.374,304,835,- pada 16 tahun yang akan datang ketika Sarah akan masuk kuliah.

Maka kebutuhan investasinya adalah Rp.225,852,-/ bulan.

Berapa totalnya, tinggal jumlah saja kebutuhan investasi tiap jenjang sekolah.

Intinya harus mulai investasi!

Merencanakan Dana Pendidikan Sarah

10 thoughts on “Merencanakan Dana Pendidikan Sarah

  1. titin pernah tuh main ke sy syifa, nengok adik ;d

    tp yah, rizki mah ada aja. dl ayah ibu jg serem nyekolahin titin jauh begini. tyata adaa aja biayanya ^^

    1. makanya serem kan, nah ntar buat anak-anak kita go boleh serem lagi yah

      eh, btw dah punya emergency fund kah? buat jaga2 dipecat tiba2, kecelakaan atau sakit mendadak,,,,kita atau org yg kita sayangi? hayohhh

      1. titin lg ngomong kondisi titin sendiri, ttg ayah ibu yg gak punya uang sebanyak itu sekaligus, kang uus..

        dan tentunya itu jg buat pelajaran titin sendiri. jgn smp gda bea sm sekali u masa depan anak.

        semua harus direncanakan, jauh2 hari. ya seperti jurnal di atas. nggak sedang meng kontroversi tulisan kang uus.

        belum ada cukup klo u emergency fund. sambil jalan ini.

      2. hehehe, peace!

        Sama persis tetehku, tau ndiri kan kuliahku dulu gmn, di keluargaku cuma saya seorang yang enyam bangku kuliah.

        Ayo sisihkan sebagian buat dana darurat, atau mau di check up financialnnya dulu? hehehe

        Belum nulis hari ini, nulis ttg dana darurat bagus kali yah, ntar deh habis jumatan.

      3. pusing ngebaca begituan terus kalo titin mah, scara blm ada yg diajak ngbrol jg #eh ;d

        ada asuransi syariah yg suka ke kantor juga. makin bikin berkerung. meski jd warning selalu untuk siap2 siy, hehe

      4. ih, walau blm punya yang diajak ngobrol perlu direncanakan dong, yang simple-simple dulu aja.

        en bagus jangan beli produk apapun sebelum beres utang konsumtif dan cashflownya positif, termasuk asuransi, ngapain beli kalau ternyata memang kita belum butuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s