Dana Pendidikan pakai Asuransi Pendidikan, Optimalkah?

Pertanyaan dari Isbandi – Cimahi (Is*****@gmail.com)

Assalamualaikum wr. wb.

Saya Pegawai Negeri berusia 35 tahun, tinggal di Cimahi sudah memiliki istri dan dua anak. Sekitar dua tahun lalu saya menutup asuransi pendidikan yang telah berjalan setahun lamanya dengan iuran Rp. 500.000/bulan. Saya menutup asuransi pendidikan tersebut bertepatan dengan masuknya anak pertama ke Sekolah Dasar. Alasan saya menutup asuransi pendidikan saat itu karena saya rasakan imbal hasil dari produk tersebut kurang optimal.

Pertanyaan saya, bagaimana caranya untuk merencanakan dana pendidikan anak saya yang kedua yang saat ini berumur dua tahun agar optimal, perlukan saya membeli lagi asuransi pendidikan?

Demikian, semoga berkenan memberi jawaban, terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawab :

Waalaikumsalam wr. wb.

Salam sejahtera untuk anda sekeluarga semoga senantiasa berada dalam rahmat dan lindungan Allah SWT.

Hal yang paling prinsip dalam merencanakan keuangan apapun adalah tentukan tujuannya. Kalau ingin mengumpulkan dana -termasuk dana pendidikan- artinya yang perlu dibeli adalah produk investasi. Sebaliknya jika anda ingin melakukan proteksi terhadap financial risk maka belilah produk asuransi.

Dana pendidikan selalu menjadi pokok bahasan yang menarik karena menyangkut masa depan putra-putri kita semua.

Berkenaan dengan rencana dana pendidikan anak anda saya sarankan anda untuk terus melakukan akumulasi dana karena sebagaimana kita ketahui bersama dana pendidikan di negara kita terus alami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Untuk anak pertama anda yang saya melalui keterangan anda saya perkirakan sudah berada di kelas dua SD perlu direncanakan dana pendidikannya untuk tingkat yang selanjutnya sampai tingkat tertinggi yang anda rencanakan untuk anak sulung anda tersebut.

Sementara untuk anak anda yang kedua yang masih balita juga bisa anda mulai untuk mengakumulasi dana untuk pendidikan si kecil.

Instrumen mana yang sesuai anda gunakan untuk melakukan akumulasi dana pendidikan, hal ini tergantung tujuan sekolah anak anda. Anda bisa memulai memprediksi sekolah yang akan dituju nanti.

Pada tulisan kali ini sebagai salah satu jalan keluar dari pertanyaan yang anda ajukan, kita akan coba menjawab kebutuhan dana pendidikan anak kedua anda di tingkat SD. Usia anak anda yang kedua saat ini masih berusia dua tahun memiliki waktu sekitar limah tahun untuk anda melakukan akumulasi dana pendidikannya.

Dalam pertanyaan, anda tidak menyebutkan sekolah mana yang akan dituju sehingga untuk hal ini kita gunakan biaya pendidikan di sebuah sekolah swasta di Bandung yang biayanya berada pada level menengah dengan uang pangkal Rp. 10.000.000,- dan SPP Bulanan Rp. 500.000,-/ bulan. Jika ditotal untuk sekolah selama enam tahun diperlukan sekitar Rp. 46.000.000,-.

Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan tiap tahun sekitar 10% maka diperkirakan ketika anak anda masuk sekolah lima tahun yang akan datang biaya yang diperlukan menjadi akan menjadi sekitar Rp. 90 Jutaan. Bagaimana memenuhinya? mari kita bahas.

Untuk memenuhi kebutuhan dana Rp. 90 juta, bisa digunakan beberapa cara yakni dengan menabung selama lima tahun dengan nilai sebesar Rp. 1,5 juta/ bulan selama lima tahun. Cara lain yang bisa anda gunakan dengan berinvestasi di reksadana agresif cukup dengan pemeblian rutin sebesar Rp. 750.000,-

Jika anda membeli asuransi pendidikan dengan jenis yang pernah anda beli sebelumnya dengan menyicil Rp. 750.000,- diperkirakan dengan adanya biaya akuisisi dan lain-lain pada lima tahun yang akan datang ketika anak andamasuk sekolah maka anda akan memperoleh sekitar Rp. 22,5 juta.

Demikian penjelasan singkat yang bisa saya berikan dengan perhitungan ini hanya untuk kebutuhan dana pendidikan anak anda yang kedua di tingkat SD, sekarang pilihan berada di tangan anda.

Untuk jenjang selanjutnya, karena keterbatasan kolom, ada baiknya bagi Bapak dan -tentu- seluruh pembaca yang budiman untuk meluangkan waktu berdiskusi mengenai persoalan dana pendidikan anak anda lebih intensif dengan perencana keuangan anda, agar tentu saja lebih jelas, fokus dan terarah.

*Terbit di harian Pikiran Rakyat 27 Mei 2013 dengan Judul Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Dana Pendidikan pakai Asuransi Pendidikan, Optimalkah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s