Setiap Kenaikan Harga BBM

Setiap kenaikan harga BBM saya selalu ingat orang tua di kampung. Membayangkan hidup mereka yang makin terjepit.

Hidup seadanya dengan penghasilan tidak lebih dari Rp. 200 ribu/ bulan. Rumah kecil itu dipetak jadi dua. Satu rumah dipetak lagi jadi tiga kontrakan, dua isi, yang satu kosong. Dari situ bisa bertahan hidup dengan bayaran kontrakan masing-masing Rp. 100 ribu/ bulan.

Satu petak rumah lagi dipisah jadi dua rumah, satu diisi orang tua dan adik yang sudah berkeluarga juga, total diisi lima orang. Satu lagi dipakai kakak dengan dua anak. Tiap shubuh sudah antri kamar mandi.

Tadi malam beliau saya sms, “Pak, jangan ingin diberi BLSM/ BLT yah, klu tdk diberi ga pa2, kita tawakal saja semoga dicukupi oleh Allah, klu ada ada rezeki nanti dr saya aja”.

Pagi ini bapa bales “br bales krn br beli pulsa, iya ga pa2, twakal sj, berdoa ma Allah. Yg penting kita semua sehat”.

Semoga Allah menyayangi Bapak dan Ibu!

Setiap Kenaikan Harga BBM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s