Cara “Generasi Sandwich” Mengatur Dana Pensiun

Pertanyaan dari Dikdik K. – Bandung (Dik********@gmail.com)

Assalamualaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik konsultasi keuangan yang saya hormati, saya ingin menanyakan tentang dana pensiun. Saya Pegawai Swasta berusia 30 tahun memiliki dua anak, saat ini saya bekerja di Jakarta dan pulang setiap akhir pekan ke Bandung. Perusahaan tempat saya bekerja bergerak di bidang TI dan tidak memiliki program dana pensiun. Saat ini saya memiliki penghasilan sekitar Rp. 10 Juta/ bulan dan pengeluaran perbulan sekitar Rp 5 Juta/ bulan untuk mengurus keluarga dan membantu orang tua untuk mencukupi kebutuhannya. Saya berencana pensiun pada usia 55 tahun.

Saya ingin bertanya, bagaimana cara menghitung kebutuhan dana pensiun yang optimal dan cara memenuhinya yang efisien?

Demikian, semoga berkenan memberikan jawaban, terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawab :

Waalaikumsalam wr. wb.

Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas pertanyaannya, semoga Bapak sekeluarga berada dalam lindungan-Nya.

Sebelum masuk untuk membahas perencanaan dana pensiun yang anda butuhkan, kita melihat memang fenomena masyarakat saat ini banyak yang masih menjadi generasi sandwich, berada dalam posisi terjepit di tengah-tengah. Di satu sisi berposisi sebagai orang tua yang harus membiayai tanggungan keturunan/ ke bawah dan di sisi lain berposisi sebagai anak yang perlu membantu orang tua bahkan ada yang menanggung kehidupan orang tua. Tentu saja keduanya baik, namun menjadi kurang bijak jika kemudian kita juga berharap menjadi tanggungan anak kita di masa yang akan datang.

Untuk menanggulangi masalah ini solusi yang bisa dilakukan adalah merencanakan dana pensiun pada saat ini ketika kita masih produktif dan berpenghasilan dan akan digunakan nanti pada saat sudah tidak produktif lagi.

Besar dana pensiun yang harus dibangun tergantung dengan gaya/ biaya hidup masing-masing orang. Di Indonesia secara umum dana pensiun dikelola melalui dua instrumen yakni Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Dengan menghitung kebutuhan dana pensiun yang memadai maka bisa diukur apakah dana pensiun yang diberikan dari pemberi kerja atau lembaga keuangan tersebut cukup atau tidak.

Menghitung dana pensiun

Berdasarkan informasi pada pertanyaan di atas maka besarnya dana pensiun yang anda butuhkan bisa di lihat di bawah ini :

20130624-131927.jpg

Anda saat ini berusia 30 tahun dan berencana pensiun pada usia 55 tahun, artinya ada waktu 25 tahun bagi anda untuk membangun dana pensiun. Dengan pengeluaran perbulan anda saat ini sekitar Rp. 5 Juta maka biaya hidup anda setahun adalah Rp. 60 Juta.

Pada saat menjelang usia pensiun biasanya biaya hidup turun karena beberapa hal seperti operasional kita yang menurun (makan siang di kantor, ongkos dan bensin ngantor dll.), anak-anak sudah besar dan mulai berpenghasilan sendiri. Dengan alasan-alasan tersebut diasumsikan biaya hidup turun 30%, sehingga jika saat ini jika dikenakan pada biaya pensiun saat ini sekitar Rp. 3,5 Juta/ bulan atau Rp. 42 Juta/ tahun.

Dengan memperkirakan tingkat inflasi sekitar 15%/ tahun maka pada saat usia anda memasuki pensiun biaya hidup anda menjadi Rp. 115 Juta/ bulan atau Rp. 1,3 Milyar/ tahun. Jika perkiraan hidup rata-rata orang Indonesia sekitar usia 70 tahun maka masa pensiun anda adalah 15 tahun sehingga total kebutuhan dana pensiun yang anda butuhkan selama 15 tahun adalah Rp. 36,8 Milyar.

Bagaimana memenuhi kebutuhan dana pensiun tersebut yang paling efisien? Bila anda akan memenuhinya dengan menabung maka anda perlu menabung sekitar Rp. 1,2 Milyar/ tahun atau Rp. 100 Juta/ bulan. Namun jika anda ingin memenuhi dana pensiun anda dengan berinvestasi pada instrumen yang agresif maka anda perlu menyisihkan dana sebesar Rp. 544 Ribu/ bulan.

Bapak yang saya hormati, demikian jawaban yang saya berikan, jika masih ada yang dirasa kurang jelas silahkan anda bisa langsung menghubungi para perencana keuangan yang handal di Primoney Consulting agar pengelolaan keuangan anda semakin terencana dan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup anda. Semoga bermanfaat.

Terbit di Harian Pikiran Rakyat, Senin 24 Juni 2013

Cara “Generasi Sandwich” Mengatur Dana Pensiun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s