Mengelola Keuangan Hadapi Ramadhan dan Lebaran*

Pertanyaan dari Dian – Kopo, Bandung (dians***@yahoo.com)

Assalamualaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik konsultasi keuangan yang saya muliakan, perkenalkan saya seorang dosen swasta dengan satu anak berusia dua tahun. Suami bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kami sekeluarga agak kelimpungan menghadapi berbagai kebutuhan dana di Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, karena suka muncul beberapa alokasi anggaran yang cukup besar yang perlu kami tunaikan. Diantaranya adalah biaya mudik, setiap Hari Raya Idul Fitri saya sekeluarga mudik untuk merayakan Lebaran dengan orang tua di Palembang. Sementara kebutuhan lain seperti pakaian dan makanan sela juga tidak berkurang.

Bagaimana menyiasati pengelolaan keuangan selama Ramadhan dan Lebaran agar tidak membuat tabungan kami jebol?

Demikian, semoga berkenan memberikan solusi, selamat berpuasa dan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawab:

Waalaikumsalam wr. wb.

Salam sejahtera untuk Ibu dan keluarga semoga diberi kelancaran dalam menunaikan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini.

Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan pada bulan Ramadhan ini kita dapat mengoptimalkan ibadah kepada Allah SWT dengan berbagai amalan baik shaum, sholat, sedekah dan berbagai kebaikan lainnya.

Ramadhan dan Lebaran adalah momen yang harus disambut selain secara spiritual juga secara finansial. Kemampuan untuk mengelola keuangan selama Ramadhan dan Lebaran setidaknya akan memberikan ketenangan dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Umumnya sebuah keluarga akan mengeluarkan anggaran 2-3 kali dibanding pengeluaran di bulan-bulan lain.

Hal yang paling prinsip dalam merencanakan keuangan Ramadhan dan Lebaran adalah memisahkan kebutuhan rutin dan kebutuhan khusus Ramadhan dan Lebaran. Pengeluaran yang biasa dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari maka pada bulan Ramadhan tetap ditunaikan untuk keperluan sehari-hari. Sementara untuk keperluan yang muncul setiap Ramadhan dan Lebaran dialokasikan dari penghasilan tahunan seperti Tunjangan Hari Raya (THR). Jika THR yang diterima ternyata masih kurang maka diperlukan tabungan tahunan yang dikhususkan untuk digunakan setiap Ramadhan dan Lebaran.

Beberapa tips berikut bisa dilakukan dalam mengefisienkan pengeluaran Ramadhan dan Lebaran :

[1]. Prioritaskan dana untuk menunaikan kewajiban Ramadhan dan Lebaran, seperti membayar Zakat Fitrah, besarnya 2,5 Kg atau bisa ditunaikan dengan uang seharga beras seberat itu. Jika ada kewajiban Zakat Maal atau Fidyah sebaiknya juga ditunaikan.

[2]. Prioritas kedua adalah pemenuhan kebutuhan makan dan minum selama Ramadhan untuk buka dan sahur. Hitung kemampuan untuk mengikuti berbagai acara buka bersama yang dilakukan oleh berbagai kolega anda, karena biasanya hal ini juga menyedot dana yang lumayan besar.

[3]. Kalau bagi anda mudik adalah prioritas maka sebaiknya persiapan perjalanannya ditentukan jauh-jauh hari, seperti dengan membeli tiket lebih awal, menentukan berapa hari akan tinggal di kampung, kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan di kampung. Sisihkan dana dari penghasilan bulanan kalau dirasa dari THR kurang.

[4]. Menentukan alokasi sedekah, infak dan membayar THR. Ramadhan adalah bulan dimana pahala dilipatgandakan, oleh karenanya ini merupakan kesempatan untuk melakukan berbagai kebaikan salah satunya adalah menunaikan sedekah dan infak. Hitung berapa dana sedekah dan infak yang tidak mengganggu cashflow tentukan pembagiannya, berapa yang mau dititip di lembaga zakat dan berapa yang mau disalurkan sendiri, tentukan mau disalurkan dimana, di tempat tinggal kita berapa dan di tempat mudik berapa. Jangan lupa memberikan THR bagi asisten rumah tangga.

[5] Prioritas selanjutnya adalah belanja pakaian. Beberapa perencana keuangan menyarakan untuk berbelanja sebelum bulan Ramadhan, konon kabarnya lapar karena shaum akan berdampak terhadap tidak terkontrolnya kegiatan belanja, karena saat ini sudah masuk Ramadhan, jika ada dana belanja bisa dilakukan pada awal-awal Ramadhan untuk menghindari membludaknya pengunjung pusat-pusat perbelanjaan. Selain itu, dengan berbelanja di awal Ramadhan memberikan kesempatan pada kita untuk melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Itulah beberapa poin yang menjadi prioritas kebutuhan Ramadhan dan Lebaran yang perlu dialokasikan pemenuhannya secara bijak. Walaupun kebutuhannya meningkat namun penghasilan kita di bulan Ramadhan biasanya juga meningkat. Dalam kasus anda misalnya, Keperluan sehari-hari tetap bisa dialokasikan dari gaji anda berdua, sementara untuk kebutuhan Ramadhan anda bisa alokasikan dari THR yang anda terima dan gaji ke-13 suami anda.

Demikian jawaban singkatnya. lebih lanjut anda bisa berkonsultasi lewat email rubrik ini atau twtiter @Primoney dan @Twit_Finansial, Semoga bermanfaat.

*Terbit di Harian Pikiran Rakyat, 15 Juli 2013

Mengelola Keuangan Hadapi Ramadhan dan Lebaran*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s