Berhati-hati memilih Investasi*

Pertanyaan dari Endang – Cibaduyut, Bandung (dhanks***@yahoo.com)

Assalamualaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik konsultasi keuangan yang baik hati, saya seorang pengusaha kecil yang telah berkeluarga, saat ini telah dikaruniai dua anak. Beberapa waktu lalu kami ditawari untuk ikut berinvestasi . Terus terang kami masih ragu dengan investasi tersebut karena beberapa hal masih belum jelas.

Melalui rubrik ini, kami ingin bertanya dan mohon penjelasan, bagaimanakah memilih sebuah investasi yang aman?

Demikian, semoga berkenan memberikan solusi, selamat berpuasa dan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawab:

Waalaikumsalam wr. wb.

Salam sejahtera untuk Bapak dan keluarga semoga diberi kelancaran dalam bisnisnya dan dalam menunaikan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan pada bulan Ramadhan tahun ini kita dapat mengoptimalkan ibadah kepada Allah SWT dengan berbagai amalan termasuk salah satunya ibadah i’tikaf pada 10 hari terakhir.

Bapak yang saya muliakan, perkembangan ekonomi semakin hari semakin berat. Kenaikan harga-harga terus merangkak naik. Sering kenaikan harga-harga tersebut tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan. Kondisi ini menuntut kita untuk bekerja lebih keras dan mengelola lebih cerdas.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi. Saat ini pilihan untuk berinvestasi semakin banyak. Investasi bukan lagi barang mewah yang hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertantu. Mulai dari ratusan ribu rupiah saja kita bisa memulai investasi. Namun banyak diantara pilihan investasi tersebut bukan merupakan investasi yang baik, sehingga uang yang diinvestasikan kurang aman. Sebagai investor kita dituntut agar lebih cerdas dan jeli dalam melakukan seleksi terhadap berbagai investasi yang ada agar yang diraih benar-benar sebuah keuntungan bukan sebuah kebuntungan yang membuat kita menyesal.

Berikut ini beberapa tips umum dan praktis yang perlu diperhatikan dan bisa digunakan untuk menyeleksi sebuah investasi yang aman :

1. High Return

Jika ada investasi yang peluang dapat untungnya sangat besar, maka harus mulai waspada. Investasi seperti ini biasanya menawarkan untung di atas 3% bahkan ada yang 5% setiap bulannya. Sementara investasi yang agresif saat ini untungnya berada pada kisaran 20% per tahun.

2. Fixed Return

Investasi pada ujungnya adalah penanaman modal pada bisnis riil, oleh karenanya hasil investasi terpengaruh oleh kondisi bisnisnya. Kita tentu paham bahwa kondisi bisnis itu bisa naik bisa turun, sehingga hasil investasi pun demikian. Jika ada investasi yang menjanjikan hasil pasti, maka perlu waspada juga.

3. Free Risk

Tidak ada investasi yang tanpa resiko bahkan pada investasi yang paling aman pun. Maka, jika ada yang menawarkan investasi yang tidak ada resiko, mendingan hindari. Resiko pasti ada untuk kemudian kita kelola.

4. Berjenjang

Biasanya investasi seperti ini juga ditawarkan secara berjenjang. Investor lama akan diminta untuk mencari investor baru, setiap investor yang masuk maka akan menjadi dasar pemberian bonus bagi investor lama. Jika ada yang seperti ini anda perlu bawel untuk minta penjelasan lebih lanjut tentang investasi tersebut.

5. Endorsement

Kadang-kadang digunakan kutipan testimoni dari para tokoh terkemuka untuk memberikan kesan yang baik terhadap investasi ini. Testimoni boleh-boleh saja namun faktor-faktor lain juga perlu diperhatikan agar kita tidak menjadi korban.

Di atas faktor-faktor tersebut, sebenarnya ada satu faktor yang paling pokok yang perlu diperhatikan tetapi kadang lupa nanya karena terbuai untung besar, yakni legalitas atau perizinan, sebuah perusahaan investasi harus memiliki izin yang cukup sehingga pengawasannya jelas. Tentu akan lebih aman dan tentram bagi kita jika berinvestasi pada perusahaan dan produk yang telah memiliki izin yang jelas.

Bapak yang saya hormati, demikian tips-tips praktis yang bisa digunakan untuk kita gunakan dalam menyaring berbagai pilihan investasi. Penjelasan ini masih sangat terbatas namun mudah-mudahan memberi dorongan untuk mencari tahu lebih banyak pengetahuan sebelum berinvestasi lebih jauh.

Demikian jawaban singkatnya. lebih lanjut anda bisa berkonsultasi lewat email rubrik ini atau twtiter @Primoney dan @Twit_Finansial, Semoga bermanfaat. (Uus Hamdani, Register Para Planner, kontributor Primoney Consulting)

*terbit di harian Pikiran Rakyat, 29 Juli 2013

Berhati-hati memilih Investasi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s