Pewawancara

Pernah dua kali setidaknya alami interview untuk dapatkan pekerjaan lapangan. Dua wawancara tersebut hasilkan kesan berbeda, padahal pekerjaannya sama.

Wawancara yang satu pendekatannya berbeda, mereka menawarkan kerjasama, bahkan saking rendah hatinya yang mereka tawarkan adalah “kerja bakti”. Mereka memposisikan kita sebagai rekan bukan sebagai bawahan.

Wawancara yang satu lagi jauh berbeda mereka mendikte kita, seolah mereka butuh ga butuh, mereka ambil posisi superior terhadap para calon pegawai. Menawarkan gaji pun berbanding terbalik dengan yang pertama, take it or leave it.

Saya tidak tahu mana yang yang lebih baik atau tergantung situasinya?

Pewawancara

One thought on “Pewawancara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s