Andai “Si Lemah” Minder

Alhamdulillah walau hasil studi tidak pernah memuaskan, dua kali berhasil selesai menimba ilmu di bidang teknik. Pernah suatu hari, baru-baru ini berpikir tentang perkembangan teknologi informasi.

Dalam menyederhanakan kajian arus listrik, seringkali masyarakat membagi dua jenis arus, arus kuat dan arus lemah.

Mungkin dahulu tidak terbayangkan kalau suatu saat arus lemah akan memiliki posisi lebih penting di banding arus kuat.

Arus kuat seperti kita tahu bahkan sampai saat ini masih tetap penggunaan utamanya sebagai sumber energi. Arus lemah dulu kalau minder tidak akan jadi apa-apa, tidak akan bisa mengalahkan arus kuat dalam hal daya.

Tetapi si arus lemah tidak berhenti berinovasi. Dengan ditemukan sistem digital, maka arus lemah lambat laun direkayasa sedemikian rupa menjadi paket-paket sinyal untuk mengirimkan informasi.

Seiring perkembangan peradaban, sekarang perkembangan arus lemah dalam penggunaannya di bidang informasi lebih maak digunakan dibandingkan arus kuat.

Hikmahnya adalah belum tentu si lemah akan kalah dari si kuat, dengan kreativitas dan keuletan tidak mustahil, si kuat terkalahkan oleh si lemah.

Apa jadinya jika para ilmuwan arus lemah minder karena apa yang ditekuninya tidak pernah mengalahkan si arus kuat dalam ukuran daya. Jika itu terjadi sangat mungkin saat ini kita tidak menikmati berbagai kemudahan mengakses informasi dari gadget yang kita punya. Termasuk tulisan ini yang dengan mudahnya bisa saya posting di sebuah Tablet PC.

So, kelemahan bukan kekalahan, right?

Andai “Si Lemah” Minder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s