Bursa Jatuh: Saatnya beli atau jual?*

Pertanyaan dari Faisal – Bandung (Fai******@gmail.com)

Assalamualaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik konsultasi yang saya hormati, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan melalui rubrik ini.

Sebelumnya, perkenalkan saya seorang pekerja mandiri dan masih lajang. Setelah sering menyimak rubrik ini secara rutin saya mulai terpikir untuk berinvestasi untuk pemenuhan kebutuhan masa depan. Namun setelah saya amati ternyata begitu banyak pilihan yang datang menawarkan berbagai jenis investasi, karena pengetahuan yang terbatas, apa tips-tipsnya agar tidak terjerat investasi bodong yang sedang marak?

Pertanyaan kedua, dana yang bisa saya investasikan hanya sekitar ratusan ribu rupiah saja apakah bisa saya berinvestasi di Reksadana? Apakah Reksadana berkenaan terpengaruh dengan bursa saham dan harga emas yang saya ikuti perkembangannya di media dikabarkan sedang jatuh, hal ini menambah ketakutan saya untuk memulai berinvestasi, apa yang harus saya lakukan untuk mensikapi kondisi ini?

Demikian, semoga berkenan memberikan jawaban dan terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawab:

Waalaikumsalam wr. wb.

Salam sejahtera untuk anda, semoga usaha selalu diberkahi dan senantiasa berada dalam linduang-Nya.

Kang Faisal yang saya hormati, sangat berbahagia anda termasuk sedikit dari masyarakat yang menyadari pentingnya mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan besar di masa yang akan datang.

Untuk memulai berinvestasi memang memerlukan pengetahuan yang cukup agar tidak terjebak dalam skema investasi yang terkadang tertutup dan tidak jelas sehingga memberikan kekhawatiran terhadap nilai investasi yang kita lakukan.

Menjawab pertanyaan anda, sebenarnya ada tiga kunci penting untuk mengukur keamanan sebuah bentuk investasi supaya kita tidak terjebak dalam investasi bodong, yang pertama dan yang paling utama adalah izin. Jadi pertama kali lihat saja, apakah perusahaan pengelola investasi tersebut memiliki izin dari lembaga yang berwenang untuk menjalankan kegiatan operasional di Indonesia? Saat ini lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan izin adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebuah investasi mesti memiliki dua bentuk izin, pertama izin bagi perusahaannya dan kedua bagi produk investasinya itu sendiri. Jika izinnya tidak jelas maka lebih baik mencari investasi lain yang lebih jelas.

Faktor selanjutnya yang perlu diamati adalah hasil investasi. Jika hasil investasi yang dijanjikan sangat besar maka anda perlu hindari juga. Tentu saja, besar atau kecilnya hasil investasi itu relatif dan berbanding lurus dengan suku bunga. Untuk Indonesia hasil investasi yang paling besar berada pada kisaran 25% per tahun, jika ada produk investasi yang menjanjikan hasil yang lebih besar dari nilai tersebut maka anda perlu berhati-hati.

Faktor terakhir yang bisa anda lihat adalah ketiadaan resiko dalam investasi tersebut. Jika anda dijanjikan bahwa produk investasi tersebut pasti untuk maka anda perlu curiga karena setiap investasi pasti memiliki resiko tidak mencapai hasil yang diharapkan seperti saat ini.

Dari jawaban terakhir ini bersambung dengan pertanyaan kedua, di saat bursa sedang turun dan harga emas sebagai alternatif investasi juga sedang alami penurunan harga lalu apa yang harus dilakukan?

Banyak faktor yang perlu dilihat salah satunya adalah makro ekonomi tanah air. Saya termasuk yang setuju dengan beberapa pengamat bahwa fondasi makro ekonomi Indonesia kuat sehingga kondisi penurunan bursa merupakan hal yang tidak perlu membuat panik. Pembangunan Indonesia masih akan terus tumbuh sehingga pasar modal Indonesia pun akan terus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan modal para pelaku usaha.

Apa yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah penggunakan jangka waktu dalam berinvestasi. Jika kebutuhan dana anda sekitar 1 tahun maka sebaiknya simpan atau tabung dana anda atau simpan di deposito. Untuk tujuan investasi anda sekitar 2 tahun bisa berinvestasi reksdana pendapatan tetap. Sementara untuk kebutuhan tujuan keuangan 3-4 tahun anda bisa memilih reksadana campuran. Terakhir untuk kebutuhan dana 5 tahun atau lebih silahkan investasikan di reksadana saham. Dengan melakukan pembagian investasi, ini merupakan salah satu ikhtiar agar anda mendapatkan hasil yang diharapkan pada saat dana akan digunakan.

Namun jika kemudian ketika tiba waktu anda akan menggunakan dana dan hasail investasi berada pada hasil yang kurang baik maka anda bisa gunakan dana darurat untuk keperluan anda. Lalu kemudian melakukan perencanaan kembali keuangan anda untuk mengganti dana darurat yang digunakan dan mengatur lagi investasi anda agar hasilnya menjadi optimal. Untuk keperluan perencanaan yang baik dan profesional, tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan seroang perencana keuangan independen yang akan mengarahkan dalam perencanaan keuangan anda.

Demikian beberapa poin sebagai gambaran besar yang bisa diberikan pada anda, semoga dengan kondisi bukan malah memberikan kekhawatiran tetapi malah memberikan peluang untuk membeli berbagai produk investasi dengan harga yang murah.

Demikian jawaban singkatnya. lebih lanjut anda bisa berkonsultasi lewat email rubrik ini atau twtter @Primoney dan @Twit_Finansial, Semoga bermanfaat.

*terbit di Harian Pikiran Rakyat, Senin 21 Oktober 2013

Bursa Jatuh: Saatnya beli atau jual?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s