(Sebelum) Memulai Investasi Reksadana*

Pertanyaan dari Bapak Anwar M. (anwarm******@gmail.com) – Bandung

Setelah menyimak beberapa tulisan dan buku-buku tentang reksadana, saya tertarik untuk berinvestasi di reksadana. Namun bagi saya masih kurang jelas apa yang harus saya lakukan untuk memulai investasi reksadana, belinya dimana, caranya bagaimana? Terus adakah hal yang perlu saya lakukan sebelum melakukan investasi?

Terima kasih atas perkenannya menjawab pertanyaan saya.

Jawab :

Terima kasih atas pertanyaannya, kami menerima beberapa pertanyaan serupa tentang kebingungan bagaimana cara memulai berinvestasi di reksadana. Mudah-mudahan kami bisa memberikan sedikit jawaban yang bisa membuat Bapak tercerahkan dan segera memulai investasi reksadana sehingga tujuan-tujuan keuangan yang Bapak tercapai secara efisien.

Kami ingin membagi jawaban pertanyaan Bapak menjadi dua bagian. Bagian pertama yakni bagian persiapan/ preparation dan bagian kedua yakni bagian “lakukan”/ action.

Siapkan E-D-I-G

Bapak yang saya hormati, perlu kita sadari bersama bahwa tidak ada satu pun jenis investasi yang tidak memiliki resiko. Resiko selalu ada menjadi tantangan untuk dikelola dengan baik. Jika tidak berinvestasi pun uang yang yang ada terkena resiko, penurunan nilai seiring dengan laju inflasi yang terus meningkat.

Selain melakukan diversifikasi investasi juga ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk mengantisipasi resiko ini. Beberapa hal ini saya sebut dengan bagian persiapan sebelum melakukan investasi dimana saja termasuk reksadana, kita sebut saja E-D-I-G, singkatan dari Emergency (Fund), Debt (Management), Insurance dan Goals.

Mari kita bahas secara singkat. Sebelum melakukan investasi sebaiknya ada sejumlah dana yang disisihkan sebagai Emergency Fund atau Dana Darurat. Besarnya berkisar antara 3-12 kali pengeluaran perbulan tergantung kondisi keluarga masing-masing. Dana darurat berguna untuk antisipasi kondisi darurat yang menimpa keluarga dan/ atau mengantisipasi penurunan nilai investasi yang tajam. Ternyata setelah punya dana darurat pun belum serta merta bisa mulai berinvestasi. Ada baiknya selesaikan dulu hutang/ debt yang dimiliki terutama hutang konsumtif yang memiliki bunga yang sangat besar. Jika sudah tidak punya hutang konsumtif lagi maka langkah selanjutnya adalah belilah asuransi/ insurance yang dibutuhkan untuk melindungi sumber finansial, semisal membeli asuransi jiwa bagi kepala keluarga yang mencari nafkah.

Bagian terakhir dari persiapan ini adalah menyusun tujuan/ goals dari setiap investasi yang akan anda lakukan sehingga anda menjadi tahu berapa jangka waktu dan besaran investasi yang dibutuhkan. Contohnya anda ingin naik haji 10 tahun lagi, biaya saat ini adalah misal Rp. 35 Juta dengan inflasi 10%/ tahun maka nilainya akan menjadi Rp. 90 Jutaan. Jika anda menabung anda perlu 10 juta/ tahun tapi jika anda berinvestasi cukup Rp. 237 Ribu/ bulan.

Ilustrasi Investasi Ongkos Naik Haji
Target Investment Rp. 90,780,986
Target Interest Rate 20.0% per tahun
Jangka Waktu 10 tahun
Investasi Diperlukan Rp. 237,421 per bulan

Manajer Investasi atau Agen Penjual?

Setalah empat langkah persiapan di atas selesai maka ketahuan berapa jangka waktu investasi anda dan besaran dana yang harus diinvestasikan. Dari jangka waktu tersebut kemudian akan menjadi dasar reksadana jenis apa yang perlu kita beli sebagai instrumen investasi, bisa di reksadana jenis pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran atau reksadana saham, itu semua tergantung jangka waktu tujuan finansial yang ingin anda capai.

Untuk memulai investasi reksadana anda bisa datang langsung ke Manajer Investasi yang mengelola reksadana langsung. Anda bisa meminta penjelasan jenis-jenis reksadana, biaya-biaya dan syarat-syarat lain yang dibutuhkan. Biasanya Manajer Investasi hanya menjual reksadana yang dikelolanya.

Selain melalui Manajer Investasi, reksadana juga bisa dibeli lewat Agen Penjual. Saat ini baru beberapa Bank yang menjadi agen penjual reksadana. Tentu saja jika membeli reksadana lewat Bank anda perlu menjadi nasabah bank tersebut terlebih dahulu. Kabarnya tidak lama lagi kantor pos dan beberapa mini market direncanakan akan menjadi agen penjual juga, semakin menarik, bukan?. Jika anda membeli lewat agen penjual ini, kita bisa memilih reksadana dari Manajer Investasi yang berbeda-beda.

Demikian jawaban singkat yang bisa disajikan pada kolom ini. Mengingat semakin kompleknya segala kebutuhan yang ada maka alangkah bijaksananya sedini mungkin memulai investasi untuk mempersiapkan rencana-rencana keuangan yang penting bagi kehidupan keluarga seperti dana pendidikan anak yang semakin tinggi biayanya atau dana pensiun agar masa pesiun kita semakin terjamin.

Jawaban singkat ini tentu saja belum akan memuaskan anda disebabkan keterbatasan kolom. Ada baiknya melakukan diskusi lebih mendalam dengan dengan perencana keuangan yang independen (tidak terikat dengan produk apapun) sehingga dapat arahan yang lebih jelas dan memastikan kehidupan anda lebih menyenangkan.

Selamat Berinvestasi!

*terbit di Harian Pikiran Rakyat edisi 2 Desember 2013

(Sebelum) Memulai Investasi Reksadana*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s