Deparpolisasi, Sukses!

Tampaknya agenda untuk menanamkan ketidakpercayaan kepada partai politik makin berhasil.

Bagaimana tidak hampir semua partai dibenci dan lembaga suprastrukturnya (DPR) berada pada titik nadir citra negatif rakyat.

Masyarakat berhasil dipersepsi bahwa legislatif adalah lembaga paling korup. Bahkan para calon anggota legislatif yang maju dari partai apapun akan di cap sebagai calon koruptor.

Padahal jika kita petakan pihak-pihak korupsi pasti tidak bisa satu pihak, lembaga legislatif terutama, pasti butuh pihak lain. Silahkan pikirkan sendiri apakah sektor birokrasi tidak lebih parah korupsinya? juga sektor usaha? Kok yang jadi sasaran tembak hanya parlemen?.

Apakah ini sengaja? Entahlah.

Bahkan banyak masyarakat jika ditanya lebih mending membubarkan Parlemen, sebagai lembaga ini demokrasi dari pada Lembaga Adhoc. Artinya publik diajarin tidak bener, memakai istilah Sunda, “cul dogdog tinggal igel”.

Atau memang kita suka dengan penguasa otoriter? kalau memang begitu memang tidak perlu parlemen dan parpol sebagai bahan bakunya.

Kalau parlemen mau tetap ada tapi parpol di delegitimasi, ini jadi maunya apa? Apa mau anggota parlemen dipilih dari aktivis LSM dan para pengamat? Kalau gitu bukan lembaga representatif donk, atau mau rame-rame jadikan parpol hanya sebagai angkot yang hantar orang-orang yang tidak berakar dalam parpol tersebut raih jabatan publik? Parpol tidak perlu ideologi donk.

Pertanyaan akhir, yang punya agenda deparpolisasi ini siapa? yang diuntungkan siapa?

*celotehGakPentingSeorangRakyat

Deparpolisasi, Sukses!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s