PERLUKAH LAJANG MEMBELI ASURANSI?*

Pengasuh rubrik yang saya hormati, perkenalkan nama Rohmi, saat ini berusia 27 tahun dan masih single. Penghasilan saya rata-rata perbulan sekitarRp. 5 Juta. Beberapa waktu lalu saya ditawari produk Asuransi Pendidikan oleh seorang rekan. Saya bingung karena saat itu saya mengatakan kepada rekan saya tersebut bahwa saya ingin berinvestasi untuk membeli rumah seharga Rp. 400 Juta 8 tahun lagi dan naik haji 10 tahun lagi, tapi kok ditawari nya asuransi.

Pertanyaan saya, apakah memang asuransi tersebut cocok dengan kebutuhan saya? Apakah ada produk lain selain asuransi yang lebih efisien untuk memenuhi tujuan keuangan yang saya inginkan?

Demikian, terimakasih atas kesediannya menjawab pertanyaan saya.

Rohmi Robiyah – rob****@yahoo.com

Jawab :

Halo Rohmi, terimakasih atas pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan ini mewakili beberapa pertanyaan senada dari pembaca rubrik konsultasi keuangan.

Hal yang menyenangkan bagi single adalah adanya keleluasaan dalam mempersiapkan berbagai tujuan keuangan yang ingin dicapai. Pada usia sebelum 30 inilah sebenarnya waktu yang tepat untuk merencanakan keuangan yang ingin dicapai di masa depan, karena masa akumulasi asset yang panjang membuat investasi berkala yang dilakukan cukup dalam jumlah kecil saja.

Berkenaan dengan pertanyaan yang diajukan anda, apakah sudah tepat jika membeli asuransi pendidikan saat ini?. Ada baiknya kita bahas satu-persatu. Asuransi adalah produk yang berguna untuk melindungi potensi finansial dari seseorang/benda sehingga jika tujuannya untuk melakukan akumulasi aset secara terminologi lebih tepat menggunakan intrumen investasi.

Waktu yang tepat untuk membeli asuransi adalah ketika ada orang-orang yang tergantung hidupnya kepada kita. Jika anda belum memiliki tanggungan maka menurut kami anda belum perlu membeli produk asuransi. Apalagi produk yang ditawarkan kepada anda adalah asuransi pendidikan, dimana notabene produk tersebut diperlukan apabila anda sudah berkeluarga dan mempunyai anak, sementara saat ini anda masih single.

Untuk memenuhi tujuan keuangan yang anda kemukakan di atas, yakni membeli rumah dan naik haji lebih tepat jika anda menggunakan produk investasi. Berapakah kebutuhan investasi yang diperlukan untuk memenuhi biaya pembelian rumah dan naik haji tersebut. Mari kita bahas.

Tujuan keuangan pertama anda adalah pembelian rumah seharga Rp. 400juta pada 8 tahun yang akan datang. Dengan asumsi inflasi 10% pertahun maka 8 tahun yang akan datang diperkirakan harganya menjadi Rp. 857 Juta. Jika anda berencana membeli secara tunai maka perlu menabung Rp. 7,5 Juta perbulan dengan asumsi bunga tabungan sebesar 4% pertahun, namun jika anda berinvestasi pada produk yang berpotensi memiliki imbal hasil 20% pertahun anda cukup menyisihkan Rp. 3,6 Juta perbulan. Apabila hal ini terasa membebani arus kas bulanan, anda bisa merencanakan pembelian dengan kredit pemilikan rumah. Untuk pembelian secara kredit anda perlu buat akumulasi dana untuk uang muka dan biaya-biaya sekira 40% dari harga jual atau sekitar Rp. 342 Juta. Akumulasi tersebut dapat anda capai dengan menabung (asumsi imbal hasil 4% pertahun) sebesar Rp. 3,1 Juta perbulan atau berinvestasi (asumsi imbal hasil 20%) sebesar Rp. 1,44 Juta perbulan selama 8 tahun.

Sedangkan untuk tujuan keuangan kedua yakni ibadah haji, berdasarkan ketetapan Menteri Agama RI bahwa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2014 adalah Rp. 33.799.500,- perorang dengan asumsi kenaikan 10% pertahun maka diperkirakan 10 tahun yang akan datang BPIH menjadi sekitarRp. 87 Juta perorang. Untuk tujuan ini anda hanya perlu berinvestasi Rp. 370 Ribu perbulan. Tetapi dengan antrian Jemaah calon haji yang sampai menunggu bertahun-tahun mungkin sebagai pertimbangan anda bisa gunakan ONH Plus dengan perkiraan biaya sekitar 9000 USD atau dengan kurs Rp. 10.000,-/dollar menjadi sekitarRp. 90 Juta perorang, dengan asumsi kenaikan 10% pertahun maka 10 tahun lagi biayanya menjadi sekitar Rp. 230 Juta perorang untuk pemenuhan biaya ini anda cukup berinvestasi Rp. 610 Ribu perbulan pada produk investasi dengan potensi imbal hasil 20% pertahun.
gambar artikel 12 MEI

Nah, demikian beberapa alternatif strategi pemenuhan tujuan keuangan anda yang bisa disajikan. Tentu saja sebelum anda memutuskan mengambil salah satu langkah ada baiknya berkonsultasi dengan perencana keuangan independen secara lebih detail sehingga dapat arahan yang lebih jelas (termasuk rekomendasi produk) dan memastikan cashflow anda tidak terganggu.

Semoga bermanfaat.

Uus Hamdani, RPP®

*terbit di Harian Pikiran Rakyat, 12 Mei 2014

PERLUKAH LAJANG MEMBELI ASURANSI?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s