Mengenang Percakapan dengan Khurujers

Mohon maaf ingin cerita sedikit. Kalau tidak salah ini terjadi sekitar tahun 2000. Ketika menjadi buruh pabrik di pulau Batam kenal beberapa harakah islam termasuk teman-teman dari jamaah tabligh.

Ketika di kampung, beberapa tahun sebelumnya, pernah ada yang datang ke mesjid kampung nginep beberapa malam, saya tidak tahu nama jamaahnya, ketika di Batamlah kemudian menjadi tahu tentang jamaah ini. Ditambah dengan pimpinan jamaahnya waktu itu merupakan rekan setim kerja di pabrik. Namanya juga masih ingat tapi tidak perlu disebutlah. Beberapa kawan seangkatan ada yang pernah bergabung jamaah ini walau kemudian beralih ke jamaah lain yang juga berkembang di Batam.

Banyak hal yang didiskusikan dengan teman-teman jamaah ini, beberapa diantaranya karena memang sekota tempat asal, ada kakak kelas yang juga setim juga akhirnya dipinang oleh salah satu aktivis jamaah ini. Si teteh ini juga dulu banyak diskusi, cerita dan curhat pernik rumah tangga mereka, saya pikir sangat bermanfaat buat bekal nanti.

Kesederhanaan menjadi ciri utama mereka, qanaah dan rendah hati ciri yang lain selain kelemahlembutan yang mereka tampilkan. Faktor terakhir ini mungkin yang agak kurang pas bagi saya yang agak progressif. Selain itu ada faktor manhaj yang kurang komprehensif. Dalam hal jodoh salah satunya, beberapa rekan kerja wanita pernah alami ditembak langsung by phone, diajak menikah, tapi tidak perlu dibahas lebih jauh.

Tahun 2000 adalah tahun ketika terjadi pembantaian muslim Ambon. Ketika jamaah lain membentuk kelompok milisi yang diberangkatkan ke Ambon dalam wadah FKAWJ (dua kawan kemudian syahid di Ambon). Dalam sebuah percakapan, saya bertanya, apa yang harus dilakukan terhadap pemerintahan yang tidak berpihak kepada umat islam sehingga kurang tegas dalam penanganan kasus Ambon, sederhananya apa yang harus dilakukan terhadap pemimpin yang dzalim dan ingin tahu konsep kepemimpinan politik jamaah ini.

Saya tidak tahu apa ini jawaban resmi atas pemahaman jamaah ini atau bukan, saya anggap jawaban pribadi saja. Jawabannya kala itu kurang lebih yang saya tangkap adalah pemimpin dzalim tersebut harus kita doakan dan sebagai muslim kita harus memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan berbagai sunah agar peluang doa kita untuk dikabulkan semakin besar. Ketika saya desak ikhtiar lain, nyaris tidak ada jawaban yang lebih progresif.

Alhamdulillah walau kurang sependapat dengannya, komunikasi tetap terjalin dan saling menghormati. Kebetulan di beberapa hari ini di mesjid komplek juga ada jamaah ini, tadi pagi sama-sama ikuti talim rutin di mesjid komplek.

Saya pikir sikap saling hormat ini harus terus kita pelihara, termasuk jika ada kemudian bagian umat islam yang pergunakan sosmed untuk bangun opini sebagai upaya perjuangan islam rebut kekuasaan, selama masih dalam koridor harus juga saling menghormati. Karena memang jalan perjuangan yang diambil berbeda, tapi yakin semuanya memiliki niat baik untuk menegakkan kalimah Allah.

Wallahu’alam.

Mengenang Percakapan dengan Khurujers

One thought on “Mengenang Percakapan dengan Khurujers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s