Antara Piala Dunia 1994 dan 2014: Menanti Kiprah Belgia

Tidak terasa nanti malam pembukaan piala dunia 2014, kali ini diselenggarakan di negara penyimpan gelar terbanyak, Brasil.

Pertama kali nonton piala dunia tuh tahun 1986, waktu itu dilaksanakan di Meksiko. Nonton final Argentina vs Jerman Barat selesai pagi hari. Hasilnya Argentina raih gelar juara kedua kali setelah yang pertama tahun 1978. Jika tahun 1978 pemain kuncinya Mario Kempes, maka tahun 1986 ini siapa lagi kalau bukan Diego Maradona.

Tahun 1990, di Piala Dunia Italia, Argentina kembali maju ke final setelah kalahkan tuan rumah Italia 2-1. Sayangnya di partai puncak, Argentina takluk dari Jerman Barat 0-1 lewat tendangan penalti Andreas Brehme. Aku ikutan nangis, hehehhe.

Amerika Serikat menjadi negara pelaksana Piala Dunia tahun 1994. Karena Argentina gagal di babak 16 besar oleh Rumania, dukungan pindah ke Italia. Alasannya simpel karena banyak pemain AC Milan yang jadi kunci permainan Italia, teruatama lini belakang. Empat pemain utama pertahanan Italia dari AC Milan, ada Baresi, Maldini, Costacurta dan Tassotti. Walau tidak pada semua laga dimainkan secara komplit. Sayang Italia gagal raih gelar setelah kalah adu tendangan penalti di final melawan Brasil.

1998, giliran Prancis yang menjadi tuan rumah gondol gelar juara setelah dua gol Zidane dan satu gol Petit benamkan Brasil 3-0. 2002, saya nonton disela-sela cuti di Bandung. Pada penyelenggaraan di Korea-Jepang ini Brasil raih gelar kelima.

2006, piala dunia diadakan di Jerman, final yang tidak terlupakan ketika Zidane di kartu merah karena menanduk Materazzi di partai final. Prancis gagal raih gelar kedua setelah takluk adu penalti melawan Italia.

Pelaksanaan piala dunia 2010 pertama kali diadakan di benua Afrika, tepatnya di Afrika Selatan. Spanyol muncul sebagai kekuatan baru dengan menjadi juara setelah taklukkan Belanda satu gol tanpa balas.

Siapa juara kali ini? mungkin negara-negara dengan tradisi sepakbola yang kuat yang masih akan juara, terutama bagi saya, tengah menanti kiprah sampai dimana Belgia dengan materi pemain yang cukup komplit dan merata. Mungkih inilah geberasi sepakbola terbaik yang dimiliki Belgia.

Antara 1994 dan 2014

Pelaksanaan tahun 1994 di Amerika saat itu saya masih duduk di kelas 1 SMP. Demi mendapatkan informasi perkembangan piala dunia, saya menyisihkan uang jajan untuk membeli Tabloid Bola. Waktu itu terbit setiap jumat harganya Rp. 600,-. Uang jajan yang biasanya dikasih Rp. 200,- saya tabung Rp. 100,- per hari dan setiap jumat saya belikan Tabloidnya. Total 6 edisi saya beli, sesuatu yang sulit saat itu. 1 edisi pra turnamen, 4 edisi ketika turnamen dan 1 edisi post turnamen.

Sampai kini, masih ingat Kang Toto penjualnya. Dimana sekarang yah?

Pelaksanaan piala dunia selanjutnya sudah tidak pernah lagi beli rutin karena dirasa sudah cukup melalui media massa, trus karena kualitas Tabloid tersebut agak menurun dan banyak tabloid saingan. Apalagi sejak 2002 informasi bisa didapatkan secara online.

2014 ini trendnya adalah nonton melalui saluran berbayar. Sempat tergoda, namun setelah dipikir-pikir sayang juga karena kadang tidak semua pertandingan akan ditonton.

Untunglah bagi saya, piala dunia ini menjadi variasi selain tayangan kampanye pemilihan presiden.

Untuk keduanya saya sudah punya jagoan, bagaimana dengan anda?

Antara Piala Dunia 1994 dan 2014: Menanti Kiprah Belgia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s