Pendidikan Anak: Saving dulu, baru Shopping

Ada percakapan ibu-ibu di sebuah pengajian rutinan. Mereka mendiskusikan tentang pengelolaan keuangan keluarga mereka masing-masing.

Hampir semua sepaham dalam mengurusi uang keluarga kecuali satu ibu. Ibu ini agak mahiwal. Ketika semua ibu-ibu memandang menabung ketika ada sisa, si ibu ini sebaliknya. Penghasilan keluarganya ditabung dahulu, baru sisanya untuk keperluan rumah tangga.

Kalau meminjam istilah terkenal, saving dulu baru shopping. Kemarin-kemarin saya pikir, ibu-ibu ini hampir memiliki kesadaran untuk menabung dahulu sebelum menghabiskan uang untuk berbagai keperluan. Ternyata perilakunya yang saving dulu baru shopping, adalah anti-mainstream.

Si ibu yang anti-mainstream ini ditanya, buat apa menabung? dan dimana menabungnya? Dia jawab, dia menabung terutama buat Sekolah Anak. Dia ingin sekolahkan anaknya di Sekolah yang bagus, tetapi kemampuan keluarganya terbatas sehingga dia melakukan investasi sejak dini. Mudah-mudahan tercapai anaknya di sekolah yang diinginkan. Juga beberapa tujuan keuangan lain seperti naik haji, beli rumah.

Selanjutnya dia menjawab dimana menabung. Ibu berkata beberapa bagian dibelikan Reksadana, sebagian lagi dibelikan Logam Mulia serta membeli tanah dan bangunan.

Ibu-ibu yang lain pada awalnya agak sinis, kalau saya sih habiskan saja buat kebutuhan nanti biar (suami) cari lagi. Namun pada akhirnya merasa, oh iya kenapa tidak mencobanya juga, karena mereka melihat selama ini si ibu yang penampilannya polos dan sederhana ternyata memiliki cita-cita mulia dan ikhlas untuk menyimpan sebagian keingin dan kesenangannya untuk masa depan keluarganya.

Dari kisah ini, ternyata pendidikan yang tinggi baik, pendidikan agama maupun pendidikan formal belum tentu menjamin sikap yang benar tentang uang. Masyarakat perlu terus disadarkan untuk menyadari bahwa ada tujuan-tujuan hidup yang penting, memerlukan biaya besar yang kadang perlu dipersiapkan bertahun bahkan berpuluh tahun.

Pendidikan tentang uang di negara kita, seperti diungkapkan seorang tokoh dalam tulisannya, masih kurang tepat.

Yuk mulai dari kita!

#IndonesiaSadarFinansial
#SuatuKetika

Pendidikan Anak: Saving dulu, baru Shopping

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s