Elf/ Colt, (Kini) Satu-satunya Moda Bandung – Ciwidey

gambar diambil dari http://panduanciwidey.blogspot.com
gambar diambil dari http://panduanciwidey.blogspot.com

Malam minggu kemarin berkesempatan lagi menumpangi Elf Bandung-Ciwidey. Moda angkutan ini kini menjadi satu-satunya moda tranportasi Bandung-Ciwidey dan sebaliknya setelah bus Putera Setia yang legendaris itu sudah tidak beroperasi.

Terakhir sekali menggunakan angkotan ini adalah tahun 2009, sementara intens menggunakannya sampai pertengahan tahun 2008. Debatable memang, orang Ciwidey sendiri menggunakan istilah Colt (baca: Kolt) tetapi orang non Ciwidey lebih familiar dengan kata Elf. Angkutan ini menggunakan mobil jenis Mitsubishi L300 yang sedikit dimodifikasi tempat duduknya.

Kapasitas angkutan ini normal sebenarnya hanya sekitar 10 orang. Namun aktualnya kapasitas normal Elf Bandung-Ciwidey menjadi 15 orang. Tiga di depan (tidak termasuk sopir), lima di deretan kedua, dan masing-masing empat di deretan ketiga dan keempat. Kalau sedang penuh-penuhnya kapasitas bisa membengkak menjadi 20 penumpang.

Ketika kuliah, hampir tiap hari menggunakan moda angkutan ini, kalau shubuh dan pagi hari, penumpang mobil ini sangat banyak. Diantaranya para pekerja, pelajar dan mahasiswa yang memilih pulang-pergi Bandung-Ciwidey. Saya biasanya menggunakan elf ini sampai depan terminal Leuwipanjang untuk kemudian berganti moda naik Bus Kota Damri jurusan Elang-Jatinangor. Sejak 2007 rute berubah, turun menjadi di dalam terminal kemudian naik Bus Damri Leuwipanjang-Dipati Ukur.

Tahun 2002, ongkosnya sekitar Rp. 3.000,- sekarang kabarnya menjadi Rp. 12.000,-. Kenaikan sekitar 400 % atau sekitar 30% pertahun.

Kemarin malam itu, sehabis antar motor, kembali ke Bandung menggunakan moda ini. Berangkat setelah maghrib dari rumah, mobil ini ngetem sekitar 30 menit. Hal ini karena penumpang setalah maghrib susah dicari. Walaupun malam minggu tetapi malam itu hujan turun agak awet.

Sampai ke Bandung, tepatnya Leuwipanjang, mobil hanya membawa lima penumpang. Karena penumpang kurang, sopir minta kesediaan ongkosnya dilebihkan. Kasihan juga sih akhirnya dikasih 15.000,- saja.

Kiranya pemerintah harus mulai memperhatikan moda transportasi Bandung-Ciwidey ini, karena jika dilihat kebanyakan kendaraannya sudah tua-tua. Sebagai daerah wisata yang potensial, kemudahan dan kenyamanan akses menuju lokasi juga sangat perlu diperhatikan.

#Nineung

Elf/ Colt, (Kini) Satu-satunya Moda Bandung – Ciwidey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s