Mengukur Diri

Tulisan ini bahas angka-angka uang, tapi jangan salah tulisan ini bukan tentang klinik keuangan, itu hanya dipakai untuk sebuah analogi dari sebuah kondisi.

Terkisah ada keluarga dengan jumlah anggota keluarga sekitar 50 org. Setiap tahun orang ini memerlukan biaya hidup pada kisaran Rp. 20 Miliar. Gede banget kebutuhannya yah? Pada tahun lalu, uang sejumlah itu tersisa hampir Rp. 4 Miliar.

Uang itu harus dihabiskan karena jika tidak maka uang tersebut akan dikurangi jatahnya pada tahun selanjutnya. Selain itu uang itu harus dihabiskan pada pos-pos yang tidak melanggar hukum, baik tujuan maupun caranya.

Tanpa penambahan anggota keluarga dan tanpa penambahan pos-pos aktivitas yang boleh menjadi tempat belanja uang, keluarga tersebut kini dibebankan harus menghabiskan uang 7 kali lipat lebih banyak dari biasanya, sekitar kurang lebih Rp. 140 Miliar.

Uang sebesar itu memang besar secara jumlah, tetapi juga mengandung tanggungjawab yang besar dalam penggunaannya.

Keluarga tersebut harus mengukur diri. Kalau uang Rp. 20 Miliar saja tidak bisa dihabiskan dalam setahun, lah kok mau-maunya menerima uang 7 kali lipat lebih besar.

#Hadeuh

Mengukur Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s