PON Jawa Barat ricuh?

Suasana venue pertandingan tenis meja PON XIX 2016 Jawa Barat

Setelah 51 tahun, Jawa Barat kembali menjadi Tuan Rumah PON, tentu hal ini merupakan sebuah kebanggaan. Multievent olahraga ini akan hadir tidak jauh dari rumah tempat kita, sayang sekali kalau kita lewatkan.

Setelah pembukaan tanggal 17 September PON berlangsung di beberapa daerah. Dua hari berlalu saya mendengar PON ricuh, kejadian yang menjadi ukuran adalah peristiwa tawuran pada cabang Polo Air.

Sejak itu berita seakan di-blowup PON ricuh, sementara info dari teman-teman, pernyataan langsung dari sebagian besar atlet dan offisial dan mahasiswa-mahasiswa yang menonton di lapangan melaporkan pertandingan berlangsung seperti biasa. Memang ada beberapa ketidakpuasan atas putusan pengadil, tapi saya pikir dalam pertandingan itu biasa dan bisa diselesaikan.

Saya pernah tengok cabang Tenis di Taman Maluku dan Sepatu Roda di Jalan Ambon, keadaannya kondusif. Hari sabtu pagi, saya tonton Semifinal Tenis Meja di ITB Jatinangor, melihat kondusifitasnya, ketika istirahat pertandingan yang sekitar tiga jam lebih saya jemput keluarga untuk nonton bareng Final Beregu Putra dan Putri, aman pisan dan kami pulang tanpa trauma.

Jadi simpulan saya, secara umum, hampir semua cabang pertandingan telah dilaksanakan dengan aman. Kalaupun ada masalah para panitia dan pihak keamanan telah memiliki prosedur penyelesaian yang baku.

Kemudian, salah satu yang tidak fair menurut saya adalah membandingkan penyelenggaraan PON dengan penanganan bencana Garut dan Sumedang. PON adalah kegiatan yang direncanakan bertahun-tahun lalu. Anggaran telah dialokasikan sedemikian rupa. Beberapa pihak malah menilai anggaran PON tahun ini sangat efisien bila dibandingkan dengan event serupa sebelumnya.

Sedangkan bencana terjadi diluar rencana terjadi dalam waktu dan tempat yang tidak bisa diperkirakan. Walau demikian, kita yakin bahwa pemerintah baik pusat dan daerah telah memiliki prosedur tanggap bencana dan telah pula dilaksanakan untuk menangani bencana yang terjadi. Jadi membandingankan keduanya adalah tidak fiar. Menurut saya, Pemerintah baru bisa kita kritisi bila, dia hanya fokus pada event yang ada tapi abai melakukan penanganan tanggap bencana sesuai prosedur yang ada.

Marilah kita menilai dengan proporsional. Tentu kita berduka dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita, mendorong pemerintah melakukannya perannya dengan optimal serta memberikan kepedulian sosial melalui doa dan donasi. Di lain pihak, event olahraga yangn telah direncanakan bertahun-tahun ini yang merupakan amanah dari bangsa Indonesia juga harus ditunaikan dengan baik penyelenggaraannya.

Demikian corat-coret warga Jawa Barat, Salam Jabar Kahiji, Jabar Ngahiji.

Semifinal Beregu Putra Tenis Meja PON XIX 2016
PON Jawa Barat ricuh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s