“Mau kemana ki?”

Tekonologi menjadi pendongkrak utama globalisasi. Benar-benar atau tidak masih bisa diperdebatkan tetapi secara praktis terasa demikian.

Kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi melahirkan berbagai ide kreatif yang memudahkan hidup manusia. Saat ini kita dimudahkan sistem transportasi online yang bagi sebagian kalangan ini kontroversial.

Namun trend sepertinya tidak bisa dibendung, seperti demokrasi suka atau tidak kita terpaksa dicebur, karena memang terasa manfaatnya.

Beberapa Kota memang belum kondusif benar menerima kemajuan teknologi informasi ini. Tapi karena kemudahan dan kenyamanan, moda berbasis online ini tetap eksis.

Di Kota Makassar saya manfaatkan betul moda ini, karena jarak yang tidak terlalu jauh ke tempat yang perlu yang kunjungi dengan harga yang terjangkau. Mudah, murah dan praktis.

Tapi jangan baper kalau ketemu sopir dengan logat Makassar, seperti “Mau kemana ki?” itu bukan artinya dia tahu namamu, Riki atau Kiki tapi itu maksudnya anda mau kemana? Atau seperti kemarin sopirnya tanya “Kita dari mana?” Kita? Bukannya baru ketemu?. Itu maksudnya anda darimana atau asalnya dari mana.

Teknologi ada untuk kita manfaatkan, jadi mari berkompromi dengan teknologi dan mengenal budaya bangsa. Teknologi terus berkembang, let’s us fit with him without lose our value.

27/04/2017

tepian Kota Makassar

“Mau kemana ki?”